Konsorsium Asuransi Wisata Luncurkan Jaga Wisata

Konsorsium asuransi wisata, yang terdiri atas delapan perusahaan asuransi jiwa dan umum, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan produk universal perlindungan wisata bertajuk Jaga Wisata.  
Reni Lestari | 27 September 2018 13:14 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi, dan seluruh direksi dari perusahaan asuransi anggota konsorsium saat peluncuran produk asuransi Jaga Wisata di Jakarta, Kamis (27/9). - Bisnis/Reni Lestari

Bisnis.com, JAKARTA -- Konsorsium asuransi wisata, yang terdiri atas delapan perusahaan asuransi jiwa dan umum, bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan produk universal perlindungan wisata bertajuk Jaga Wisata.  

Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Dadang Sukresna mengatakan produk ini merupakan bentuk kerja sama yang memberikan perlindungan menyeluruh kepada wisatawan dari dan menuju Indonesia.  
 
"Prosesnya instan, aman, dan mudah, cukup dengan mengakses website Jaga Wisata," ujarnya di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (27/9/2018). 
 
Adapun delapan perusahaan asuransi yang tergabung dalam konsorsium ini yaitu PT Central Asia Finansial (Jagadiri), PT Asuransi Jiwa Central Asia Raya (CAR), PT Asuransi FPG Indonesia, PT Asuransi Staco Mandiri, PT Asuransi Jasa Raharja Putera, PT Equity Life Indonesia, PT Asuransi Binagriya Upakara, dan PT Asuransi Intra Asia. 
 
Produk ini menawarkan perlindungan mulai dari 3 hari, 7 hari, 15 hari, hingga 30 hari, dengan premi antara Rp10.000-Rp100.000. 
 
Perlindungan yang diberikan mencakup sakit akibat kecelakaan, cacat akibat kecelakaan, keracunan, kegiatan olahraga ekstrim, hingga terorisme dan bencana serta termasuk evakuasi darurat medis ketika melakukan perjalanan. 
 
Chief Marketing Officer Jaga Diri Yuda Wirawan menambahkan konsorsium menargetkan meraup nasabah 10% dari total penumpang pesawat dari dan menuju Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sepanjang 2017 terdapat 128 juta penumpang pesawat. Sehingga, target penjualan polis konsorsium diharapkan mecapai 12,8 juta dengan total perlindungan senilai Rp320 triliun. 
 
"Memang cukup besar, tetapi saya meyakini target tersebut dapat tercapai ketika kita dapat terus bekerja sama," tuturnya. 
 
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi, dan seluruh direksi perusahaan asuransi anggota konsorsium.
 

Tag : asuransi, pariwisata
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top