Premi Asuransi Umum Diproyeksi Tumbuh Satu Digit di Akhir 2018

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengoreksi proyeksi pertumbuhan premi industri asuransi umum dari semula dua digit menjadi single digit, seiring dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang memeleset dari target.
Azizah Nur Alfi | 28 November 2018 20:47 WIB
Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengoreksi proyeksi pertumbuhan premi industri asuransi umum dari semula dua digit menjadi single digit, seiring dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang memeleset dari target. 
Wakil Ketua sekaligus Ketua Bidang SDM dan Literasi AAUI Julian Noor menyatakan, pihaknya memperkirakan premi industri asuransi umum tumbuh single digit pada akhir tahun ini. Proyeksi ini sejalan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memprediksi ekonomi Indonesia secara keseluruhan tumbuh 5,17%, memeleset dari target yang ditetapkan pemerintah dalam asumsi makroekonomi APBN 2018 sebesar 5,4%. 
Sebelumnya, AAUI memprediksi total pertumbuhan premi hingga akhir 2018 dapat tercapai minimal 10%. Harapan ini karena melihat premi bruto pada semester I/2018 yang tumbuh 11% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 
Berdasarkan laporan audited industri asuransi umum 2015-2017, pertumbuhan premi bruto dua digit terakhir terjadi pada 2014 yakni 20,22%. Setelahnya, premi bruto asuransi umum tercatat tumbuh single digit, di antaranya 7,16% pada 2015, 5,09% pada 2016, dan 2,27% pada 2017. 
Pertumbuhan premi bruto asuransi umum sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan di lini bisnis asuransi harta benda dan kendaraan bermotor. Sebab, data kuartal III/2018 menunjukkan, dua lini bisnis tersebut berkontribusi 54,2% terhadap total pangsa pasar premi asuransi umum pada periode tersebut. 
"[Di 2014] bisa jadi penjualan properti dan kendaraan bermotor sangat tinggi. Tahun ini tetap ada pertumbuhan, tetapi cenderung melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," katanya dikutip Bisnis.com, pada Rabu (28/11/2018).  
Lebih lanjut, dia mengatakan dampak klaim catastrophe dari beberapa bencana yang terjadi Indonesia berpotensi meningkatkan klaim dan surplus underwriting pada kuartal IV/2018. Klaim yang meningkat akan memengaruhi perolehan laba industri asuransi umum. 
"Bicara performance tidak hanya premi, tetapi juga klaim. Kontribusi klaim gempa akan cukup banyak untuk membuat angka klaim naik signifikan yang nanti berpengaruh ke laba," imbuhnya.
Tag : asuransi umum
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top