BTN Gelar Akad KPR Serempak 19.760 Debitur

Bank Tabungan Negara (BTN) menggelar akad penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) secara serempak di seluruh Indonesia yang mencapai 19.760 debitur debitur.
Ilman A. Sudarwan | 30 November 2018 17:46 WIB
Direktur Konsumer BTN, Budi Satria (tengah) saat menggelar akad penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) secara serempak di seluruh Indonesia yang mencapai19.760 debitur debitur di Semarang, Jumat (30/11 - 2018).

Bisnis.com, SEMARANG—PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menggelar akad penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) secara serempak di seluruh Indonesia yang mencapai 19.760 debitur debitur.

Direktur Konsumer BTN, Budi Satria mengatakan total akad serempak yang diadakan pada Jumat (30/11/2018) melibatkan 19.760 debitur di seluruh Indonesia. Rata-rata nasabah, lanjutnya merupakan debitur kredit subsidi dengan ticket size sektiar Rp150 juta.

Meski mayoritas nasabah merupakan debitur rumah bersubsidi, dia menuturkan tak sedikit pula nasabah yang mengambil KPR komersial dan non subsidi. Nasabah terbanyak, lanjutnya, tersebar di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek).

“Paling banyak nasabah ada di Bodetabek, karena memang paling banyak sebaran nasabah juga di sana dan kebutuhan di sana paling besar,” katanya di Semarang, Jumat (30/11/2018).

Sementara itu, di Semarang Jawa Tengah, total nasabah yang melakukan akad serempak pada hari yang sama mencapai 420 orang. Dia menuturkan, para debitur umunya merupakan pembeli rumah pertama dengan usia yang terbilang muda, atau tergolong sebagai generasi milenial.

“Demografi kita kan bergeser terus saat ini, yang muda ini akan semakin banyak. Banyaknya milenial yang mengambil KPR hari ini menunjukkan bahwa anak muda juga sudah mulai memikirkan masa depan, mulai berani mengambil KPR untuk masa depan,” jelasnya.

Untuk generasi milenial, lanjutnya, BTN telah merilis produk khusus dengan keringanan berupa uang muka dan tenor cicilan yang cukup panjang. Selain itu, perseroan juga memberikan kemudahan lainnya berupa diskon biaya provisi, apraisal, dan administrasi.

Program yang baru dirilis pada Oktober tersebut diharapkan dapat menambah setidaknya Rp700 miliar terhadap portofolio kredit perumahan perseroan pada akhir tahun. Adapun, realisasi hingga saat ini disebutkan telah mencapai kisaran Rp70 miliar.

Tag : perbankan
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top