Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Klaim Jaminan Kecelakaan Kerja Naik Dua Digit

Bisnis.com, NUSA DUA – Jumlah klaim jaminan kecelakaan kerja yang dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sepanjang 2018 mencapai Rp1,2 triliun, naik 23,58% dari Rp971 miliar pada 2017.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 22 Januari 2019  |  17:50 WIB
Warga mengantre pelayanan pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Solo.  - Bisnis.com
Warga mengantre pelayanan pencairan dana Jaminan Hari Tua (JHT) di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Solo. - Bisnis.com

Bisnis.com, NUSA DUA – Jumlah klaim jaminan kecelakaan kerja yang dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan  Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan sepanjang 2018 mencapai Rp1,2 triliun, naik 23,58% dari Rp971 miliar pada 2017.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengatakan, pertumbuhan klaim jaminan kecelakaan kerja didorong oleh meningkatnya jumlah kecelakaan kerja pada 2018.

Untuk mencegahnya, ujar dia, para peserta BPJS Ketenagakerjaan perlu menjalankan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Kita perlu menjalankan tindakan promotif dan preventif agar kecelakaan menurun,” kata Krisna di Nusa Dua, Bali, Selasa (22/1/2019).

Dari sisi komposisi, lanjutnya, progam jaminan kecelakaan kerja berkontribusi 5% dari total klaim yang dibayarkan oleh badan itu sepanjang 2018. Pembayaran klaim terbanyak, lanjutnya, yakni pada program jaminan hari tua. Sementara itu, 5% lainnya berasal dari klaim jaminan pensiun dan jaminan kecelakaan kerja.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjs ketenagakerjaan
Editor : Anggi Oktarinda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top