2018, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp24 Triliun

Bisnis.com, NUSA DUA – Realisasi klaim dan manfaat yang dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menembus angka Rp24 triliun sepanjang 2018, didorong oleh klaim jaminan hari tua (JHT) dan kecelakaan kerja.
Leo Dwi Jatmiko
Leo Dwi Jatmiko - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  08:08 WIB
2018, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Tembus Rp24 Triliun
Petugas BPJS Ketenagakerjaan melayani warga di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Daerah Istimewa Yogyakarta, DI Yogyakarta, Kamis (22/6). - Antara/Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, NUSA DUA – Realisasi klaim dan manfaat yang dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menembus angka Rp24 triliun sepanjang 2018, didorong oleh klaim  jaminan hari tua (JHT) dan kecelakaan kerja.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengatakan, total jumlah klaim yang dibayarkan mencapai Rp24,08 triliun sepanjang 2018, naik 13,21% dari Rp21,27 triliun pada 2017.

Dia menyebutkan, klaim (JHT) mendominasi hingga 90% dari total klaim atau senilai Rp21,6 triliun.

Sementara itu, lanjutnya, lonjakan pembayaran klaim terjadi pada program kecelakaan kerja. Jumlah klaim kecelakaan kerja pada tahun lalu mencapai Rp1,2 triliun, naik 23,58% dari Rp971 miliar pada 2017.

Namun demikian, dari sisi komposisi, jaminan kecelakaan kerja berkontribusi 5% dari total klaim. Sementara itu, 5% lainnya berasal dari klaim jaminan pensiun dan jaminan kecelakaan kerja.

Krisna menyebutkan, pertumbuhan klaim jaminan kecelakaan kerja didorong oleh meningkatnya jumlah kecelakaan kerja pada 2018. Untuk mencegahnya, ujar dia, para peserta BPJS Ketenagakerjaan perlu menjalankan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Kita perlu menjalankan tindakan promotif dan preventif agar kecelakaan menurun,” kata Krisna di Nusa Dua, Bali, Selasa (22/1/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpjs ketenagakerjaan

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top