Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

UangTeman Salurkan Pinjaman Rp430 Miliar, Naik Dua Kali Lipat

PT Digital Alpha Indonesia (Uang Teman) berhasil menyalurkan nilai pinjaman senilai Rp430 miliar, meningkat 200% atau dua kali lipat dibandingkan 2017.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 26 Januari 2019  |  17:57 WIB
Model memegang uang rupiah kertas, - JIBI/Nurul Hidayat
Model memegang uang rupiah kertas, - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – PT Digital Alpha Indonesia (Uang Teman) berhasil menyalurkan nilai pinjaman senilai Rp430 miliar, meningkat 200% atau dua kali lipat dibandingkan 2017.

Presiden Direktur UangTeman Aidil Zulkifli mengatakan sepanjang 2018, pinjaman online UangTeman telah disalurkan kepada lebih dari 50.000 nasabah baru di seluruh Indonesia dengan pengajuan pinjaman hampir 200.000 kali.

“Jika melihat pertumbuhan rata-rata per tahun sejak awal kami berdiri [2015] sebesar hampir 300%. Ini membuktikan bahwa model bisnis dan juga produk pinjaman online mikro jangka pendek [payday loan] telah diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya dalam keterangan resminya Sabtu (26/1/2019).

Sebesar 74% dari total pinjaman merupakan pinjaman berulang. Sementara dari sisi penggunaan pinjaman, mayoritas dana dipakai untuk kebutuhan modal usaha dan kebutuhan dana darurat lainnya, seperti pendidikan, biaya kesehatan, dan konsumsi lainnya.

Selain pesatnya pertumbuhan penyaluran pinjaman online tahun lalu, Uang Teman juga mempertahankan tingkat kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) di bawah 3%.

Hal ini dilakukan dengan standar penilaian risiko kredit (credit underwriting) yang mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“Kami sangat selektif dalam memberikan persetujuan kredit, sehingga acceptance rate kami tidak sampai seperempat dari total pengajuan setiap bulannya,” ujarnya.

Menurutnya, banyak yang menganggap bahwa penerapan credit underwriting yang hati-hati semata untuk melindungi kepentingan perusahaan. Namun, sesungguhnya hal ini justru untuk melindungi masyarakat atau peminjam itu sendiri agar di kemudian hari tidak mengalami kesulitan dalam pengembalian dana pinjamannya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance online
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top