Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba BRI 2018 Tembus Rp32,4 Triliun

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan perolehan laba senilai Rp32,4 triliun pada 2018, tumbuh 11,6% dibandingkan dengan laba pada tahun sebelumnya senilai Rp29 triliun.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 30 Januari 2019  |  16:42 WIB
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Suprajarto (kedua kiri) memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan, di Jakarta, Kamis (26/10). - JIBI/Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Suprajarto (kedua kiri) memberikan penjelasan mengenai kinerja perusahaan, di Jakarta, Kamis (26/10). - JIBI/Dedi Gunawan

 Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. mencatatkan perolehan laba senilai Rp32,4 triliun pada 2018, tumbuh 11,6% dibandingkan dengan laba pada tahun sebelumnya senilai Rp29 triliun. 

Salah satu pendorong profitabilitas BRI yakni penyaluran kredit ke sektor UMKM yang terus meningkat. Hingga akhir Desember 2018, portofolio penyaluran kredit BRI terhadap segmen UMKM tercatat sebesar Rp645,7 triliun, atau setara 76,5% dari total penyaluran kredit BRI. Angka ini lebih tinggi dibandingkan proporsi kredit UMKM BRI pada akhir 2017 sebesar 75,6%. 

Direktur Utama BRI Suprajarto mengatakan, peningkatan porsi kredit UMKM selaras dengan strategi perseroan yang terus fokus memberdayakan dan mengembangkan ekonomi kerakyatan dengan menyediakan akses permodalan terhadap pelaku UMKM di Indonesia. 

“Targetnya, di tahun 2022 portofolio penyaluran kredit UMKM BRI mencapai 80% dari total kredit,” ujarnya, Rabu (30/1/2019). 

Secara keseluruhan, penyaluran kredit BRI pada 2018 mencapai Rp843,6 triliun, tumbuh 14,1% dibandingkan dengan realisasi pada Rp739,3 triliun pada 2017. 

Faktor lain yang juga menjadi pendorong perolehan laba BRI adalah efisiensi dalam proses bisnis. Hal tersebut terlihat dari penurunan rasio biaya operasional dibandingkan dengan pendapatan operasional (BOPO) yang per akhir 2018 mencapai 70%, membaik dibandingkan dengan rasio BOPO pada tahun sebelumnya sebesar 70,7%. 

Adapun, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross per akhir Desember 2018 tercatat sebesar 2,27%. NPL coverage dari semula 183% di akhir 2017 naik menjadi 185,9% di akhir 2018. 

Sementara itu, dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun BRI sampai dengan Desember 2018 tercatat mencapai Rp944,3 triliun, tumbuh 12,2% secara year on year. 

Pertumbuhan kredit dan DPK mengerek aset BRI menjadi Rp1.296,9 triliun per akhir 2018, tumbuh 15,2% dibandingkan dengan posisi pada Desember 2017 sebesar Rp1.126,2 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri
Editor : Farodilah Muqoddam

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top