OPINI : Mengenal Karakter Keuangan Melalui Credit Scoring

Dengan memiliki credit scoring, banyak manfaat yang dapat digunakan oleh berbagai pihak mulai dari diri kita sendiri untuk dapat mengukur karakter dan kredibilitas keuangan kita, maupun pihak lainnya antara lain lembaga keuangan yang menggunakan informasi tersebut, penyedia berbagai fasilitas utilitas, ataupun bahkan pemberi kerja yang melakukan verifikasi terhadap calon pegawainya.
Yohanes Arts Abimanyu, Direktur Utama PT Pefindo Biro Kredit
Yohanes Arts Abimanyu, Direktur Utama PT Pefindo Biro Kredit - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  14:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Awal tahun adalah waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri. Harapannya, dengan melakukan introspeksi, dapat membuat perencanaan mengenai segala hal, termasuk masalah karakter keuangan.

Bagaimana karakter keuangan kita selama beberapa tahun belakangan ini? Apakah kondisi dan kredibilitas keuangan kita baik, cukup, atau bahkan kurang baik.

Beberapa cara dapat dilakukan antara lain dengan memiliki catatan pembukuan pribadi yang menunjukan penerimaan dan pengeluaran. Dengan cara ini, kita dapat mengetahui kapasitas dan kemampuan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kewajiban keuangan serta kegiatan transaksi keuangan sehari-hari.

Cara lain yang dapat dilakukan untuk mengetahui karakter keuangan pribadi adalah melalui informasi perkreditan dan credit scoring yang dapat diperoleh dari biro kredit swasta. Setiap individu dapat memperoleh informasi perkreditan dan credit scoring dirinya agar dapat mengukur karakter dan kredibilitas keuangan pribadi.

Mungkin banyak dari kita belum mengenal secara mendalam tentang biro kredit swasta. Biro kredit swasta (private credit bureau) bukan merupakan lembaga untuk mencari kredit atau pinjaman. Melainkan lembaga yang memperoleh izin resmi dari otoritas keuangan untuk mengelola data perkreditan individu.

Apa yang dihasilkan oleh suatu biro kredit swasta? Biro kredit swasta mengelola data perkreditan individu dalam rangka menghasilkan informasi perkreditan, termasuk menghasilkan skor kredit (credit scoring) berdasarkan data-data perkreditan yang dapat dipergunakan bagi individu untuk memantau profil risiko kredit dan informasi lainnya sehubungan dengan aktivitas pinjaman/kredit dari masing-masing individu.

Di Indonesia saat ini telah berdiri industri biro kredit swasta yang berfungsi mengumpulkan dan mengelola data kredit dan data lainnya untuk menghasilkan informasi perkreditan berupa credit scoring dan informasi kredit lainnya.

Dengan mengetahui profil risiko kredit melalui credit scoring dan informasi kredit lainnya maka individu dapat memantau karakter keuangan dan kredibilitas keuangannya. Credit scoring dapat digunakan sebagai salah satu syarat untuk mengajukan fasilitas kredit dari bank atau perusahaan pembiayaan, selain syarat-syarat lainnya yang diminta pada umumnya.

Dengan memiliki credit scoring yang baik setidaknya kita telah memperoleh kepercayaan dari lembaga keuangan dan hal ini merupakan syarat utama untuk memperoleh pinjaman/kredit.

Di Indonesia keberadaan biro kredit swasta dan credit scoring mungkin belum terlalu familiar bagi masyarakat. Selain masih baru, juga belum banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari terkait kegiatan keuangan.

Di banyak negara maju, credit scoring merupakan syarat utama untuk memperoleh pinjaman, menyewa rumah atau apartemen, bahkan untuk berlangganan telepon.

Informasi utama yang diperoleh dari suatu biro kredit swasta adalah skor kredit (credit scoring) individu. Skor kredit adalah suatu angka yang mencerminkan profil risiko individu dalam memenuhi kewajiban keuangannya. Semakin tinggi skor kredit individu maka risiko kredit individu tersebut semakin rendah, dan demikian pula sebaliknya.

Credit scoring dihitung dengan menggunakan data historis pinjaman/kredit individu, data pembayaran pinjaman/kredit individu dan faktor-faktor lain yang dipadukan dengan metodologi statistisk regresi.

Hasilnya didapat suatu skor kredit individu yang dapat memprediksikan individu tersebut mampu membayar kewajibannya di kemudian hari dan kemungkinan (probabilitas) individu tersebut mengalami gagal bayar selama 12 bulan ke depan.

Selain jenis-jenis fasilitas kredit, informasi riwayat pembayaran atas fasilitas kredit tersebut juga ditampilkan untuk menunjukan apakah individu tersebut rajin melakukan pembayaran secara tepat waktu dan tepat nilai.

Histori Kredit

Mungkin muncul pertanyaan bagaimana membangun histori kredit sehingga memperoleh credit scoring yang baik? Seseorang atau Individu harus mulai membangun histori kredit sejak awal dari mulai beranjak dewasa atau biasanya dimulai dari mahasiswa. Di negara-negara maju, sejak mahasiswa sudah mulai dibiasakan untuk membangun histori kredit untuk memperoleh student loan atau pinjaman uang kuliah, misalnya.

Seseorang dapat mulai membangun histori kredit dari cara yang paling sederhana yaitu mengajukan aplikasi kartu kredit. Juga menggunakan kartu kredit dengan bijaksana sesuai dengan kebutuhan dan melakukan pembayaran dengan tepat waktu.

Dengan memiliki dan menggunakan kartu kredit dengan bijaksana, kita dapat mengatur cash flow dengan baik. Di sisi lain, tanpa sadar kita sudah mulai membangun suatu historis kredit yang tercatat di lembaga keuangan.

Dengan adanya data kredit dan pembayaran kredit secara konsisten melalui penggunaan kartu kredit maka skor kredit individu tersebut juga dapat dihitung sehingga profil risiko individu dapat mulai terbangun.

Pemilik histori kredit juga perlu mempertahankan credit scoring agar tetap baik. Dengan jalan selalu mengukur keuangan diri sendiri dengan membatasi pinjaman/kredit sesuai dengan kondisi keuangan pribadi dan secara tepat waktu membayar kewajiban kreditnya. Pasalnya, jumlah kredit dan pembayaran kewajiban merupakan faktor utama dalam menghitung credit scoring.

Saat ini mulai bermunculan lembaga yang mengeluarkan perhitungan credit scoring menggunakan data-data di luar kredit seperti behaviour seseorang. Ini bertujuan untuk mendukung individu yang mungkin belum memiliki data histori kredit sehingga skor kreditnya belum terbentuk.

Masih banyak individu yang belum tersentuh dengan lembaga keuangan, khususnya bagi negara-negara yang masyarakatnya belum tergolong ke dalam credit society.

Dengan menggunakan data-data di luar kredit diharapkan dapat membantu menghasilkan credit scoring sehingga individu dapat memperoleh kredit tanpa perlu membangun histori kredit terlebih dahulu.

Ke depan diharapkan masyarakat Indonesia sudah mulai menuju ke arah credit society, sehingga seluruh masyarakat dengan mudah memiliki data historis kredit yang dapat digunakan untuk menghitung credit scoring individu.

Dengan memiliki credit scoring, banyak manfaat yang dapat digunakan oleh berbagai pihak mulai dari diri kita sendiri untuk dapat mengukur karakter dan kredibilitas keuangan kita, maupun pihak lainnya antara lain lembaga keuangan yang menggunakan informasi tersebut, penyedia berbagai fasilitas utilitas, ataupun bahkan pemberi kerja yang melakukan verifikasi terhadap calon pegawainya.

Hal ini tentu memerlukan sosialisasi yang melibatkan berbagai pihak baik pemerintah, industri keuangan, dan biro kredit swasta serta diperlukannya kesadaran dari masyarakat untuk memahami pentingnya mengenal diri sendiri melalui data-data kredit dan credit scoring.

Mari di awal tahun ini kita mulai mengetahui karakter keuangan dan membangun kredibilitas keuangan pribadi melalui credit scoring.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kredit, opini

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top