Pacu Kinerja 2019, Bank Mestika Jajaki Empat Sektor Baru

Bank Mestika Dharma menjajaki empat sektor baru di 2019 guna meningkatkan kinerja perseroan yakni sektor infrastruktur, pariwisata, perikanan, dan perumahan yang sesuai dengan program pemerintah.
Duwi Setiya Ariyanti | 27 Februari 2019 18:23 WIB
Bank Mestika - bankmestika.co.id

Bank Mestika Jajaki Empat Sektor Baru

MEDAN--Bank Mestika Dharma menjajaki empat sektor baru di 2019 guna meningkatkan kinerja perseroan yakni sektor infrastruktur, pariwisata, perikanan, dan perumahan yang sesuai dengan program pemerintah.

Sekretaris Perusahaan Bank Mestika Dharma, Afif mengatakan sektor tumpuan saat ini sektor pertanian, industri pengolahan dan rumah tangga. Kendati demikian, dia menyebut terdapat peluang untuk menjajaki ceruk pasar baru sesuai dengan program yang dijalankan Pemerintah.

"Pada tahun 2019 Bank Mestika menjajaki ceruk pasar baru untuk ikut membiayai 4 program Pemerintah antara lain infrastruktur, pariwisata, perikanan, perumahan," ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (27/2/2019).

Melalui penjajakan peluang baru, dia menargetkan Bank Mestika yang berstatus bank umum kelompok usaha (BUKU) II dengan permodalan berkisar Rp1 triliun – Rp5 triliun itu bisa menyalurkan kredit 8,11% lebih tinggi dari capaian pada tahun 2018. Adapun, dari total kredit yang disalurkan, 22,18% akan disalurkan ke sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Kendati penyaluran kredit ditargetkan tumbuh, pihaknya harus menjaga rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) dapat terjaga di level 2,5% atau di bawah ambang batas aman yang direkomendasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni 5%.

Sebelumnya disebutkan bahwa di tahun ini, permintaan kredit untuk segmen ritel dan rumah tangga akan terangkat akibat stimulus momen pemilihan umum. Tahun 2019 pun perusahaan masih memiliki keleluasaan untuk melakukan ekspansi mengingat rasio kecukupan permodalan (capital adequacy ratio) yang masih tinggi yakni berkisar 35%. Begitu juga dengan rasio pembiayaan terhadap pendanaan masih cukup longgar yakni di kisaran 90%.

"Target penyaluran kredit pada tahun 2019 adalah 8,11% lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi penyaluran kredit pada tahun 2018," katanya.

Untuk target kinerja pada 2019, pihaknya telah menetapkan target pendapatan di tahun ini menyentuh Rp1,1 triliun, laba kotor Rp330,5 miliar dan laba bersih Rp247,9 miliar. Sebagai gambaran, pada kuartal III/2018, perusahaan mendapatkan pendapatan bunga Rp772,9 miliar dan laba bersih sebesar Rp211,8 miliar.

Terkait dengan rencana ekspansi di tahun ini, perseroan telah menyebutkan bahwa pengembangan sistem pembayaran digital menjadi salah satu strategi menjaring nasabah baru.

Albertus M. Dooradi, Head of Marketing Bank Mestika, menuturkan penerapan teknologi direalisasikan melalui kolaborasi dengan financial technology untuk memperkuat pertumbuhan pembiayaan juga penerapan layanan perbankan melalui aplikasi ponsel. Hal itu sejalan dengan strategi perseroan yang ingin memperluas basis nasabah khususnya kalangan segmen milenial.

Albertus mengungkapkan pihaknya telah mulai melakukan penjajakan dengan beberapa perusahaan perintis teknologi keuangan yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Bank Mestika menyatakan telah mengantongi izin dari OJK untuk uji coba layanan tersebut.

“Tahun depan rencana kami banyak, termasuk penggunaan teknologi termasuk kolaborasi dengan fintech. Jika ada peluang kami bisa kerja sama entah dalam bentuk chanelling atau yang lain, kami melihat ada potensi kolaborasi tersebut,” katanya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank mestika

Editor : Fahmi Achmad

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup