Target KUR Produksi 60%, Menko Darmin Akui Diprotes Perbankan

Darmin Nasution mengingatkan agar penyaluran KUR harus dilakukan secara hati-hati, dengan mengukur kemampuan debitur.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 28 Februari 2019  |  11:17 WIB
Target KUR Produksi 60%, Menko Darmin Akui Diprotes Perbankan
Kredit Usaha Rakyat - Istimewa

Bisnis.com, TASIKMALAYA — Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tahun ini menargetkan penyaluran kredit usaha rakyat atau KUR sebesar 60% dari total kredit bersubsidi yang disalurkan. Angka ini meningkat dari tahun lalu yang dipatok 50%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan sejak KUR dirilis, mayoritas perbankan menyalurkan pada sektor perdagangan yang bisa mencapai 75%. Hal itu dinilai kurang mendukung bagi perkembangan usaha rakyat.

"Kami maunya 80% untuk produksi, tetapi tahun ini 60% dulu. Walau ini sudah diprotes perbankan yang katanya mulai susah," katanya dalam Penyaluran KUR Ketahanan Pangan dan Aksi Ekonomi untuk Rakyat di Tasikmalaya, Kamis (28/2/2019).

Agar dapat merealisasikan target tersebut, Darmin mengemukakan pemerintah juga memberikan alternatif dengan membuka penyaluran bagi pendukung-pedukung produksi seperti pengering padi dan pengembangan gudang khusus hasil produksi.

Darmin mengatakan, bunga KUR yang ditetapkan sebesar 7% per tahun tetap harus disalurkan secara hati-hati. Meskipun bunga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan bunga kredit komersial, Darmin mengingatkan agar setiap pengusaha harus mampu mengukur kemampuannya.

Secara keseluruhan berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sejak Agustus 2015 sampai 31 Desember 2018, KUR ketahanan pangan untuk sektor pertanian dan peternakan berkontribusi sekitar 20% dari total penyaluran KUR atau mencapai Rp66,8 triliun untuk 3,4 juta debitur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kredit usaha rakyat, kur

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup