Kuartal I/2019, BTN Raup Laba Rp723 Miliar

Bank BTN membukukan laba bersih sebesar Rp723 miliar pada kuartal I/2019, tumbuh 5,67% secara tahunan. Realisasi ini melambat dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 15,13% secara tahunan.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 23 April 2019  |  15:23 WIB
Kuartal I/2019, BTN Raup Laba Rp723 Miliar
Direktur Utama BTN Maryono (tengah) bersama jajaran direksi bersiap melaporkan kinerja di Menara BTN, Jakarta, Selasa (23/4/2019). BTN mencetak laba bersih sebesar Rp723 miliar pada kuartal I/2019 atau tumbuh 5,67% secara tahunan. Bisnis - Muhammad Khadafi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. membukukan laba bersih sebesar Rp723 miliar pada kuartal I/2019, tumbuh 5,67% secara tahunan. Realisasi ini melambat dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun lalu yang tumbuh 15,13% secara tahunan.

Kendati demikian, manajemen BTN menyatakan bahwa angka tersebut telah sesuai dengan rencana bisnis bank (RBB). “Ini sesuai dengan target triwulanan dalam satu tahun,” kata Direktur Utama BTN Maryono dalam Paparan Kinerja Keuangan Kuartal I 2019 di Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Direktur Keuangan dan Treasury BTN Iman Nugroho Soeko menjelaskan bahwa perlambatan pertumbuhan laba awal tahun ini disebabkan oleh naiknya biaya dana (cost of fund/CoF). Alhasil membuat pendapatan bunga bersih (net interest margin/NIM) tertekan.

“Ini karena [pertumbuhan] pendapatan bunga lebih rendah dari beban dana,” jelasnya.

Berdasarkan laporan publikasi, pendapatan bunga BTN pada kuartal I/2019 sebesar Rp6,42 triliun atau naik 21,69% yoy. Pada periode yang sama, beban bunga naik 38,17% yoy menjadi Rp4,02 triliun. Pendapatan bunga bersih atau NII pun hanya tumbuh 1,44% menjadi Rp2,4 triliun.

Dia melanjutkan bahwa di tengah tekanan terhadap NII, BTN membukukan pertumbuhan pendapatan operasional nonbunga signifikan. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini BTN mencetak pendapatan nonbunga senilai Rp600 miliar atau naik 45,03% yoy.

Iman menjabarkan sejumlah komponen pendapatan nonbunga naik signifikan, di antaranya adalah perdagangan tresuri dan biaya administrasi dari tabungan dan kredit.

“Strateginya sampai akhir tahun akan lebih intensif [mendorong pendapatan nobunga] dan lebih tinggi dari proyeksi kenaikan 20% sampai 25% untuk mendongkrak laba akhir tahun,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
btn

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top