BCA : Fintech Justru Kembangkan Bisnis Perbankan

PT Bank Central Asia Tbk. menilai perusahaan teknologi finansial atau financial technology (fintech) berhasil membuka pintu baru bagi perkembangan bisnis perbankan di Tanah Air.
Ipak Ayu H Nurcaya | 10 Mei 2019 11:07 WIB
Wakil Presiden Direktur BCA Armand W. Hartono (kanan) bersama Wakil Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Sunu Widyatmoko memberikan materi saat acara Forum Banking & Fintech di Jakarta, Kamis (9/5/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. menilai perusahaan teknologi finansial atau financial technology (fintech) berhasil membuka pintu baru bagi perkembangan bisnis perbankan di Tanah Air.

Wakil Presiden Direktur BCA Armand W. Hartono mengatakan istilah disrupsi bisnis akibat fintech sebaiknya tidak digunakan lagi karena terbukti bisnis ini malah membuka peluang pasar-pasar baru bagi perbankan. Dia mencontohkan kantor cabangnya pernah diserbu oleh ribuan sopir ojek daring untuk membuka rekening. Tak hanya itu, pelaku usaha kecil yang selama ini jarang memanfaatkan produk bank kini ramai-ramai rutin melakukan transaksi.

"Jadi teknologi terbukti malah membantu bukan disrupsi. Kontribusi positif perbankan dan tekfin sangat diperlukan dalam mendorong terciptanya ekosistem keuangan nasional yang sehat dan stabil," katanya, Kamis (9/5/2019).

Armand mengemukakan kontribusi tersebut dapat tercapai baik melalui kerja sama strategis perbankan dan tekfin maupun melalui tanggung jawab perusahaan untuk menjalankan usaha sesuai dengan regulasi, ketentuan, dan etika bisnis. Hal itu untuk menjamin adanya stabilitas dan peningkatan nilai tambah bagi kesinambungan dan keberlanjutan ekonomi nasional.

"Pada era teknologi pintar seperti saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa semua institusi berupaya merespons dengan menyesuaikan berbagai jasa layanan dan solusi ke arah digital. Transformasi digital yang dilakukan BCA saat ini fokus untuk memberikan preferensi layanan digital yang lebih nyaman dan aman kepada nasabah," katanya.

Armand mengemukakan saat ini BCA memiliki layanan mulai dari internet banking, mobile banking BCA, Flazz BCA, e-wallet Sakuku, hingga solusi perbankan terkini, melalui fitur antara lain VIRA BCA, Webchat BCA, OneKlik BCA, QRku, Keyboard BCA, dan Buka Rekening Online.

Menurut Armand setiap perusahaan, baik perbankan maupun fintech berada pada interface teknologi yang sama, kemungkinan untuk melakukan kerja sama strategis selalu ada. Selain karena setiap perusahaan memiliki keunggulan pada segmennya, kerja sama strategis antara perbankan dan tekfin dimungkinkan karena misi yang diemban kurang lebih sama, yaitu memberikan benefit kepada semua pemangku kepentingan.

Armand menambahkan, dengan landasan yang sama tersebut, BCA dapat menawarkan kemudahan dan nilai tambah kepada nasabah yang juga menjadi pelanggan pada market fintech di Indonesia.

“Kolaborasi ini mengendepankan visi yang sama dalam membangun sebuah ekosistem yang mampu mendorong masyarakat aktif bertransaksi dengan mudah, nyaman, dan aman, di samping berkontribusi terhadap penciptaan stabilitas ekonomi nasional,” ujar Armand.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bca, fintech

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup