Bank Panin Tidak Ekspansif ke Wilayah Timur Indonesia

Seiring dengan perlambatan ekspansi kredit ke wilayah timur Indonesia, Bank Panin juga tidak mencatat adanya pertumbuhan kredit di wilayah timur sejak 2017.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  13:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Seiring dengan perlambatan ekspansi kredit ke wilayah timur Indonesia, PT Bank Pan Indonesia Tbk. (Bank Panin) juga tidak mencatat adanya pertumbuhan kredit di wilayah timur sejak 2017.

Presiden Direktur Bank Panin Herwidayatmo mengatakan bahwa perseroan memang tidak ekspansif mendorong penyaluran kredit ke wilayah timur Indonesia. Kucuran kredit hanya mengikuti permintaan dari pasar. 

Hal ini dilakukan dengan asas kehati-hatian, sehingga tidak memberikan dampak negatif pada performa kredit secara keseluruhan.

"Jadi, permintaan kredit ini ditentukan oleh  pasar. Jika permintaan lemah, ya kreditnya tidak akan terangkat," ujarnya kepada Bisnis, Senin (20/5/2019).

Sampai dengan kuartal I/2019, penyaluran kredit Bank Panin ke wilayah timur mencapai sekitar Rp4,2 triliun. Kredit tersebut berasal dari segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Meski demikian, Herwidayatmo menuturkan tren positif justru terlihat dari penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), naik dari posisi 2017 yang hanya Rp7,02 triliun menjadi Rp7,29 triliun pada 2018. DPK kembali tumbuh menjadi Rp7,43 triliun pada kuartal I/2019.


Berdarkan laporan keuangan publikasi Q1/2019, Bank Panin mencatatkan pertumbuhan porotofolio kredit sebesar 8,50% (year on year/yoy) menjadi Rp153,15 triliun.

Secara nasional, ekspansi penyaluran kredit wilayah timur Indonesia pada kuartal I/2019 menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat dibandingkan dengan tahun lalu. kondisi ini disinyalir akibat perlambatan ekonomi wilayah timur Tanah Air.

Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total penyaluran kredit daerah tingkat I Wilayah Timur mencapai Rp504,89 triliun, tumbuh 7,52% (year on year/yoy).

Raihan ini lebih lambat dibandingkan akhir 2018 yang mencatatkan pertumbuhan 7,91%. Jika ditelisik lebih dalam, pertumbuhan ini masih juga tidak lebih baik dibanding 2016 dan 2017 yang pertumbuhan kreditnya masing-masing mencapai 12,02% dan 11,24%.

Adapun, wilayah timur dalam perhitungan daerah tingkat I OJK meliputi Sulawesi, Bali, Gorontalo, Maluku, Papua, dan lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank panin, kawasan timur indonesia

Editor : Farodilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top