IKNB India Kesulitan Dana

Perusahaan keuangan non perbankan (NBFC) di India dipaksa pergi ke luar negeri untuk mencari uang karena pemberi pinjaman lokal menolak memperpanjang dana.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  12:41 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku industri keuangan non bank (IKNB) India atau NBFC dipaksa pergi ke luar negeri untuk mencari uang karena pemberi pinjaman lokal menolak mengucurkan dana.

Sikap ini menambah ketegangan industri keuangan non perbankan di negara tersebut. Di sisi lain, fenomena ini mendapat sambutan baik di tengah kewaspadaan investor lantaran kasus gagal bayar oleh rekan IL&FS Group tahun lalu.

NBFC India telah mengumpulkan lebih dari US$2 miliar obligasi luar negeri dan pinjaman pada 2019. Menurut data yang dikumpulkan, angka ini merupakan rekor dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya.

Perkembangan berawal dari NBFC India yang memberikan pinjaman kepada semua orang dari pengusaha miskin yang mendapatkan pinjaman mikro untuk bisnis pengiriman makanan hingga taipan properti.

Upaya tersebut tidak memberi banyak dampak positif, dan justru berakhir pada kondisi gagal bayar yang selanjutnya merembet kepada pertumbuhan Ekonomi, yang bergerak pada laju paling lambat dalam beberapa bulan pertama tahun ini.

Lalu Apa Kata Pengamat ?

Chetan Joshi, kepala pasar modal utang di unit India HSBC Holdings Plc di India, mengkonfirmasi adanya beberapa risiko dari premi yang melekat pada sektor ini.

"Pasar pinjaman dolar AS telah menunjukkan kemampuan untuk mendukung NBFC India dan meningkatkan pembiayaan perumahan," seperti dikutip dari laman Bloomberg, Selasa (4/6/2019).

Namun, Ajay Marwaha, kepala penasihat investasi yang berbasis di London di Sun Global Investments menuturkan hal tersebut dapat diwujudkan jika NBFC mendapat dasar lindung nilai penuh yang setidaknya berada pada 25-50 basis poin lebih tinggi daripada tarif bawah.

Dengan demikian, perusahaan investasi dari India akan datang ke lembaga keuangan non bank.

Menurut Annisa Lee, kepala aliran Asia ex-Jepang analisis kredit di Nomura International (HK) Ltd berpendapat bahwa tidak banyak pasokan yang datang dari India. Dalam hal jumlah premi yang harus dibayar, mereka hanya bergantung pada sektor tertentu yang selama ini menjadi fokus.

"Kemampuan bagi sebagian besar NBFC untuk keluar dan mengumpulkan uang dengan cara apa pun yang berarti melalui pasar modal domestik benar-benar sangat terbatas," katanya.

Sebagian besar lembaga keuangan non bank akan mencari untuk mengumpulkan dana dari pasar modal internasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
india

Editor : Tegar Arief

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top