Masih Ragu Miliki Asuransi? Simak 6 Langkah Memilih Asuransi Ini

Dalam talkshow bertajuk “Pilih Mana: Investasi atau Asuransi?” yang diadakan Republika bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nini Sumohandoyo - Sharia, Government Relations & Community Investment Director Prudential Indonesia membagikan enam langkah tepat dalam memilih asuransi.
Geofanni Nerissa Arviana
Geofanni Nerissa Arviana - Bisnis.com 29 Agustus 2019  |  17:32 WIB
Masih Ragu Miliki Asuransi? Simak 6 Langkah Memilih Asuransi Ini
Dari kiri ke kanan, Kepala Republika.co.id Elba Damhuri, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK Sondang Martha, Peneliti INDEF Aviliani, Nini Sumohandoyo-Sharia, Government Relations & Community Investment Director Prudential Indonesia, dan Direktur & CIO Fixed Income Manulife Asset Manajemen Indonesia Ezra Nazula Ridha dalam talkshow bertajuk "Pilih Mana: Investasi atau Asuransi?" di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Kamis (29/8/2019). - Bisnis/Geofanni Nerissa Arviana

Bisnis.com, JAKARTA – Asuransi merupakan langkah untuk mengalihkan resiko masa depan dengan membayar premi saat ini ke pihak lain, yakni perusahaan asuransi. Namun, masih banyak orang yang ragu untuk punya asuransi.

Dalam talkshow bertajuk “Pilih Mana: Investasi atau Asuransi?” yang diadakan Republika bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Nini Sumohandoyo - Sharia, Government Relations & Community Investment Director Prudential Indonesia, membagikan enam langkah tepat dalam memilih asuransi.

Pertama, melihat kebutuhan. Seseorang yang hendak memiliki asuransi harus mengetahui kebutuhannya sendiri. Kebutuhan tersebut yang seharusnya menjadi pertimbangan utama asuransi yang akan dipilih.

“[Kebutuhan] itu yang kadang kita sendiri nggak kepikiran. Setiap orang punya kebutuhannya masing-masing. Orang yang sudah berkeluarga maupun lajang punya kebutuhan yang berbeda,” kata Nini di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Kedua, mencari solusi. Setelah mengetahui kebutuhan diri sendiri, maka seseorang harus mencari solusi untuk memenuhinya. Solusi bias didapat melalui bertanya kepada orang lain, browsing, maupun menelepon perusahaan asuransi untuk mendapat penjelasan yang lebih dalam.

Secara umum, terdapat tiga macam asuransi yang dapat dijadikan solusi. Tiga asuransi tersebut adalah asuransi umum, kesehatan, dan jiwa.

Ketiga, menimbang manfaat. Ketika sudah mendapat gambaran mengenai asuransi apa yang akan digunakan, seseorang harus menimbang manfaat yang akan didapatnya.

Kemudian keempat, salah satu yang juga perlu mendapat perhatian besar, yaitu risiko. Menurut Nini, banyak orang merasa kecewa dengan perusahaan asuransi karena kurang memperhatikan risiko yang akan diterimanya.

“Misalnya, dalam asuransi itu ada masa tunggu, yaitu periode yang harus dilewati hingga asuransi dapat diklaim. Ada yang beli hari ini, lusa sakit, lalu nggak bisa diklaim dan marah. Padahal ketentuan tersebut sudah tertulis dalam polis,” cerita Nini.

Menurutnya, penting bagi seseorang utnuk membaca detail polis sebelum memutuskan memiliki sebuah asuransi tertentu.

Kelima, memahami hak. Seseorang berhak mendapat beberapa hal, seperti memiliki agen yang berlisensi, perusahaan yang diawasi oleh OJK, dan periode untuk mempelajari polis.

Keenam, yang tidak kalah pentingnya adalah kewajiban. Seseorang harus sepakat dengan kewajiban yang akan dilakukannya ketika memiliki suatu asuransi. Kewajiban yang biasanya harus dipenuhi adalah membayar premi sebelum jatuh tempo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asuransi

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top