BNI Syariah Pacu Kerja Sama Demi Kejar Target Pembiayaan Konsumer

Hingga saat in, BNI Syariah tercatat sudah bekerjasama dengan 900 pengembang untuk pengembangan pembiayaan konsumer.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 11 September 2019  |  01:34 WIB
BNI Syariah Pacu Kerja Sama Demi Kejar Target Pembiayaan Konsumer
Karyawan beraktivitas di salah satu kantor cabang Bank BNI Syariah (BNIS) di Jakarta, Senin (1/7/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank BNI Syariah berupaya mengembangkan penyaluran pembiayaan konsumer dengan memperluas kerjasama terhadap sejumlah institusi.

Hingga saat in, BNI Syariah tercatat sudah bekerjasama dengan 900 pengembang untuk pengembangan pembiayaan konsumer.

Beberapa pengembang yang bekerjasama dengan BNI Syariah diantaranya Perumnas, Ciputra Group, Wijaya Karya Realty, Jaya Group dan PP Properti. BNI Syariah juga telah bekerja sama dengan asosiasi pengembang di Indonesia, diantaranya Pengembang Indonesia (PI) dan Asosiasi Properti Syariah Pengembang Indonesia (APSI).

Menurut SEVP Bisnis Ritel dan Jaringan BNI Syariah Iwan Abdi, selain mengembangkan kerjasama, literasi terkait pembiayaan perumahan juga harus dilakukan lebih intensif. Intensifikasi dibutuhkan agar masyarakat lebih memahami sistem pembiayaan perumahan yang ditawarkan bank syariah.

Tak hanya itu, BNI Syariah juga saat ini sudah bekerjasama dengan Direktorat Jendral Pajak terkait program Kepemilikan Rumah Non Kedinasan.

Menurut Iwan, skema pembiayaan syariah saat ini menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah huni. Angsuran yang bersifat fixed (tetap) hingga akhir periode pembayaran menjadi salah satu solusi terbaik bagi konsumen.

Selain itu, BNI Syariah juga menawarkan angsuran step up (all fix prices) yang nilainya ditentukan di awal sehingga perubahan angsuran telah diketahui dari awal hingga akhir.

“Sejak awal berdiri, BNI Syariah telah menerapkan prinsip 4B dalam pembiayaan rumah diantaranya Bebas Riba, Bebas Biaya Administrasi, Bebas Biaya Appraisal, dan Bebas Biaya Provisi. Kemudian prinsip ini disempurnakan menjadi 5B di akhir tahun 2016 dengan prinsip tambahan, yaitu Bebas Biaya Denda,” ujar Iwan dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (9/9) malam.

Berdasarkan data perseroan, hingga akhir Agustus 2019 pembiayaan konsumer BNI Syariah telah mencapai Rp15,01 triliun. Sekitar 85 persen dari pembiayaan ini merupakan pembiayaan BNI Griya iB Hasanah.

Jumlah pembiayaan BNI Griya iB Hasanah mencapai Rp12,8 triliun, naik 12,48 persen secara year-on-year (yoy). BNI Syariah menargetkan pembiayaan BNI Griya iB Hasanah naik 9,6 persen yoy hingga akhir 2019.

Untuk menggapai target itu BNI Syariah menyiapkan beberapa strategi diantaranya meluncurkan program bagi institusi bonafide; meningkatkan kerja sama dengan pengembang; optimalisasi pengembang eksisting dalam penyaluran aplikasi permohonan pembiayaan konsumtif; mempersiapkan keikutsertaan pada event Griya; dan rencana keikutsertaan untuk menjadi Bank Pelaksana penyalur Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni syariah

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top