Hari Ini Duniatex Gagal Bayar Obligasi Global

PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT) mengumumkan permintaan untuk menghentikan perdagangan di Singapore Exchange, kemarin pagi, Kamis (12/9). Hal ini kemudian disusul ketidakmampuan perusahaan membayar bunga obligasi.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 12 September 2019  |  19:55 WIB
Hari Ini Duniatex Gagal Bayar Obligasi Global
Repro - Duniatex.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Delta Merlin Dunia Textile (DMDT) mengumumkan permintaan untuk menghentikan perdagangan di Singapore Exchange, hari ini, Kamis (12/9/2019). Hal ini kemudian disusul ketidakmampuan perusahaan membayar bunga obligasi.

Dalam keterbukaan informasi, entitas Duniatex Group tersebut menyatakan tidak layak secara komersial untuk membayarkan bunga obligasi senior tanpa jaminan senilai US$300 juta. Obligasi yang akan jatuh tempo pada 2024 itu menjanjikan kupon sebesar 8,625%.

Head of Finance Delta Merlin Dunia Textile Teguh Handoko mengatakan bahwa perusahaan akan terus memperbarui catatan pemegang obligasi, dan akan membuat pengumuman ketika ada perkembangan material.

Stakeholder dan calon investor yang ragu dengan tindakan yang harus mereka ambil harus berkonsultasi dengan pialang saham, manajer bank, pengacara, akuntan, atau penasihat profesional lainnya,” demikian Bisnis mengutip keterbukaan informasi.

Sebelumnya anak usaha Duniatex, Delta Dunia Sandang Tekstil juga telah gagal membayar bunga dan pokok surat utang kepada sejumlah kreditur dengan total nilai US$11 juta. S&P Global Ratings pun memutuskan untuk memangkas peringkat utang perusahaan sebesar 6 level.

Sementara itu, Fitch Rating sejak jauh hari telah memperkirakan potensi gagal bayar DMDT. Lembaga pemeringkat kredit internasional ini melihat risiko likuiditas DMDT meningkat. Hal ini khususnya dalam kemampuan perusahaan untuk melakukan amortisasi pokok dan pembayaran bunga pada bulan September 2019.

Dalam analisa Fitch yang diterima Bisnis, DMDT memiliki uang tunai sekitar Rp700 miliar per 30 Maret 2019. Fitch menilai jumlah tersebut tidak cukup untuk memenuhi kewajiban pembayaran bunga dan amortisasi pokok sesuai jadwal.

“Perusahaan memiliki kewajiban membayar bunga sekitar Rp400 miliar-Rp450 miliar pada Q3/2019, sebagian besar pada bulan September, pada obligasi dan pinjaman bank,” demikian mengutip laporan tersebut.

Selanjutnya hal itu diperkirakan akan memberikan dampak terhadap akses keuangan perusahaan yang terafiliasi dalam grup Duniatex. Kendati tidak ada klausa cross-default dalam obligasi DMDT, tapi kreditur akan mempertimbangkan kepemilikan bersama dan operasional yang terintegarasi dalam Duniatex Group.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
duniatex

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top