BNLI Optimalkan Efisiensi Lewat Cabang Digital

Cabang digital pertama telah diluncurkan di Jakarta pada Jumat (20/9/2019).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 21 September 2019  |  06:47 WIB
BNLI Optimalkan Efisiensi Lewat Cabang Digital
Direktur Utama Bank Permata Ridha D.M. Wirakusumah (ketiga kiri) meluncurkan kantor cabang digital bersama Wakil Komisaris Utama Bank Permata Suparno Djasmin (kedua kiri) dan Presiden Direktur PT Astra International Tbk. Prijono Sugiarto (ketiga kanan) di Menara Astra, Jakarta, Jumat (20/9/2019). - Bisnis/Muhammad Khadafi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Permata Tbk. meluncurkan cabang digital pertama di Menara Astra, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Hal ini merupakan kelanjutan ekspansi digital emiten berkode BNLI ini guna meningkatkan efisiensi laju bisnis. Direktur Utama Bank Permata Ridha D.M. Wirakusumah menjelaskan cabang digital membuat bisnis bank dapat tumbuh optimal.

“Dahulu kalau satu cabang, sales mungkin cuma 40-50 persen, sisanya back office. Kalau ini tidak perlu ada banyak back office, jadi 90 persen untuk sales,” katanya usai peluncuran cabang digital.

Kendati demikian, Ridha menegaskan pihaknya tidak memiliki rencana untuk mengurangi jumlah cabang saat ini. Pasalnya, meskipun 95 persen volume transaksi telah melalui kanal digital, tetapi kantor cabang tetap dibutuhkan.

Saat ini, Bank Permata memiliki 331 kantor cabang. Sebanyak lebih dari 70 persen di antaranya berstatus sewa.

Selain itu, dia juga menyampaikan bahwa ekspansi digital yang dilakukan tidak akan mengurangi jumlah karyawan. BNLI akan senantiasa melakukan perekrutan karyawan baru seiring dengan jumlah usia pensiun yang saat ini sekitar 10-15 persen dari total tenaga kerja.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknologi dan Operasional Bank Permata Abdy Dharma Salimin menerangkan dampak ekspansi digital sangat terlihat tahun ini. Pada 2016, Bank Permata mencatat kenaikan rekening baru sebesar 1,6 juta akun. Hal ini kontras dengan capaian 2019, di mana akun baru bertambah sebanyak 7,6 juta akun.

“Sebanyak 73 persen [capaian 2019] itu dari API [Application Programming Interface] banking, efek ekspansi digital,” ungkapnya.

Selain itu, ekspansi digital juga membuat efisiensi bank optimal. Tahun ini, volume transaksi BNLI tumbuh 83 persen dibandingkan capaian 2016. Pada periode yang sama, beban dari transaksi tersebut cenderung stagnan.

Mengutip laporan publikasi per Juni 2019, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) Bank Permata merosot menjadi 87,71 persen dari 98,31 persen per Juni 2018.

Adapun laba meroket 146,3 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp711,4 miliar. Kinerja tersebut merupakan hasil dari penyelesaian kredit bermasalah yang membuat beban pencadangan menciut sebesar 57,1 persen yoy menjadi Rp466 miliar.

Berdasarkan laporan publikasi perseroan, pendapatan bunga naik 6,9 persen secara tahunan menjadi Rp5,78 triliun per Juni 2019 . Pada saat yang sama, beban bunga tumbuh 11,2 persen yoy menjadi Rp3,08 triliun.

Beban bunga yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan bunga membuat pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) perusahaan tumbuh tipis, yakni hanya 2,7 persen menjadi Rp2,8 triliun. Kendati demikian, margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) meningkat 19 basis poin (bps) menjadi 4,15 persen.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank permata, digital

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top