Layanan Kas Keliling Bank Indonesia Sambangi Pulau Kakorotan

Layanan kas keliling Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara melakukan serangkaian program di Pulau Kakorotan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis (10/9/2019).
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 12 Oktober 2019  |  10:04 WIB
Layanan Kas Keliling Bank Indonesia Sambangi Pulau Kakorotan
Suasana masyarakat Desa Kakorotan yang mengantre layanan kesehatan gratis dan penukaran uang lusuh, Kamis (10/10/2019). JIBI/Bisnis - M. Nurhadi Pratomo

Bisnis.com, KAKOROTAN, Talaud — Layanan kas keliling Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara melakukan serangkaian program di Pulau Kakorotan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Kamis (10/9/2019).

Setelah menggelar layanan kas keliling dan serangkaian kegiatan lainnya di Pulau Salibabu, Kabupaten Talaud, Sulawesi Utara, Rabu (9/10/2019), Tim Bank Indonesia dan TNI AL bertolak menuju Pulau Kakorotan.

Dengan menempuh perjalanan laut selama enam jam, KRI Sultan Nuku yang ditumpangi melempar jangkar di dekat Pelabuhan Kakorotan, Kamis (10/10/2019), sekitar pukul 13.00 WITA.

Serangkaian kegiatan mulai dari sosialisasi keaslian mata uang rupiah dan kebanksentralan, pemberian bantuan sosial Bank Indonesia, penukaran uang lusuh,  dan layanan kesehatan gratis digelar di Gedung Gereja Masehi Injili Talaud, Desa Kakorotan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, sekitar pukul 14.00 WITA.

Dalam sambutannya, Kepala Unit Sistem Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Suwandy mengatakan program kas keliling di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T) dilaksanakan setiap tahunnya.

Suasana masyarakat Desa Kakorotan yang mengantre layanan kesehatan gratis dan penukaran uang lusuh, Kamis (10/10/2019). JIBI/Bisnis/ M. Nurhadi Pratomo

Langkah itu ditempuh untuk menjangkau masyarakat yang ada di kepulauan 3T untuk menukarkan uang lusuh.

“Selain penukaran uang rupiah, dilakukan juga sosialiasi ciri-ciri keaslian uang rupiah dan pemberian bantuan sosial Bank Indonesia,” ujarnya di Desa Kakorotan, Kamis (10/10/2019).

Sosialiasi dilakukan oleh Asisten Manager Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Maychel M. Rorie.

Pihaknya membeberkan soal gambaran umum tugas serta visi dari bank sentral.

Kepala Unit Sistem Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Suwandy memberikan sambutan di Desa Kakorotan, Kamis (10/10/2019). JIBI/Bisnis/ M. Nurhadi Pratomo

Selain itu, dalam sosialiasi juga dibeberkan mengenai cara mengidentifikasi keaslian uang rupiah. Kegiatan itu berlangsung di depan ratusan masyarakat yang memadati Gereja Masehi Injili Talaud Desa Kakorotan.

Usai sosialisasi dilakukan, kegiatan selanjutnya yakni penukaran uang rupiah lusuh. Masyarakat dapat menukarkan uang pecahan rupiah baik kertas maupun logam kepada petugas kasir keliling.

Salah satu warga Desa Kakorotan yang melakukan penukaran uang lusuh, Yulce Pulung (40 tahun), mengungkapkan telah menyimpan uang dalam kondisi rusak sejak 2016. Uang tersebut didapatkanya saat bertransaksi menjual kue.

“Uangnya disimpan sejak 2016 belum ada penukaran,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Yulce menukarkan uang senilai Rp52.000. Pihaknya berharap kegiatan sejenis dapat berlangsung dua kali dalam setahun.

Asisten Manager Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Maychel M. Rorie memberikan sosialisasi di Desa Kakorotan, Kamis (10/10/2019). JIBI/Bisnis/ M. Nurhadi Pratomo

Dia mengungkapkan biaya yang dirogoh untuk menukarkan uang ke Manado terbilang tinggi dan memakan waktu.

Untuk perjalanan pergi pulang, dibutuhkan waktu tempuh selama 2 minggu dengan kebutuhan biaya sekitar Rp1 juta.

Kepala Desa Kakorotan Blesing B.S. Riung mengatakan program kas keliling Bank Indonesia baru pertama kali digelar diwilayahnya. Kegiatan sejenis sebelumnya pernah digelar oleh salah satu bank pelat merah pada 2015.

Blesing menilai program itu sangat membantu masyarakat. Pasalnya, belum ada akses perbankan di Desa Kakorotan.

“Saya berharap program seperti bisa dua kali salam 1 tahun,” tuturnya.

Dia menggambarkan saat ini jumlah penduduk di Desa Kakorotan mencapai 776 orang. Mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan dan petani.

Adapun, komoditas pertanian utama masyarakat yakni kopra.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, Rupiah, sulawesi utara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top