Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ditanya Soal Penyelamatan Muamalat, Ini Jawaban Komisioner LPS

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) masih belum melakukan langkah apa pun terkait dengan penyelamatan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 19 November 2019  |  18:10 WIB
Karyawati Bank Muamalat melayani nasabah di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Karyawati Bank Muamalat melayani nasabah di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) masih belum melakukan langkah apa pun terkait dengan penyelamatan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk.

Ketua Dewan Komisioner LPS Halim Alamsyah menyampaikan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 Tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan, LPS hanya dapat melakukan kegiatan penyelamatan atau likuidasi setelah mendapat pernyataan gagal dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kami belum bisa kasih jawaban secara detail, tetapi kami belum menerima pernyataan apa pun dari pihak otoritas [OJK]," katanya dalam konferensi pers LPS, Selasa (19/11/2019).

Meski demikian, Halim menjelaskan skema penyelamatan bank terbagi menjadi dua, yakni penyelamatan bank sistemik atau bank nonsistemik.

Bagi bank sistemik, langkah penyelamatan atau likuidasinya mesti melalui persetujuan dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Untuk bank yang tergololong nonsistemik, otoritas sudah dapat langsung menyerahkan bank gagal secara langsung kepada LPS.

Dia menyampaikan, ketika sebuah bank masuk dalam kategori gagal, LPS baru dapat melakukan perhitungan, antara likuidasi atau diselamatkan.

Likuidasi, artinya LPS akan membayar simpanan di bank tersebut. "Tapi itu juga tidak semuanya, hanya simpanan beserta bunga tanggungan LPS, plus hanya tabungan di bawah Rp2 miliar, plus hanya nasabah yang baik. Di luar itu, simpanannya dibayar setelah aset-aset bank terjual," paparnya.

Sementara itu, untuk skema penyelamatan, LPS akan membuat sebuah bridge bank dan memisahkan aset bagus dan aset baik, yang skema ini mirip dengan penyelamatan Bank Century. “Jadi kalau dikirim LPS, kami juga melakukan perhitungan dengan opsi-opsi yang ada,” katanya.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan memaparkan total aset LPS per Oktober 2019 berada pada Rp119 triliun yang terdiri dari dana investasi, aset tetap dan aset lainnya.

Pendapatan pada Oktober 2019 adalah Rp18,4 triliun, naik tipis dari periode sama tahun lalu. Komposisi ini terdiri dari pendapatan kredit dan pendapatan investasi. "Sepanjang tahun ini, LPS telah melikuidasi 9 BPR naik dari tahun lalu yang hanya 7 BPR," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank muamalat
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top