Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Dukung Keputusan BI Pertahankan Suku Bunga

Menurut Airlangga, keputusan BI dinilai sudah tepat mengingat tekanan dari sektor eksternal masih cukup besar. Hal ini utamanya berasal dari tingginya risiko global seiring masih adanya ketidakpastian dari kesepakatan dagang antara China dan AS.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 21 November 2019  |  17:28 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mendukung keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga kebijakan BI 7 Days Repo Rate (RR) pada level 5%. Hal ini dinilai tepat mengingat masih tingginya risiko global.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melalui keterangan pers yang didapat pada Kamis (21/11/2019).

Menurut Airlangga, keputusan BI dinilai sudah tepat mengingat tekanan dari sektor eksternal masih cukup besar. Hal ini utamanya berasal dari tingginya risiko global seiring masih adanya ketidakpastian dari kesepakatan dagang antara China dan AS.

Meski tekanan inflasi di dalam negeri menunjukkan tren menurun dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level yang relatif stabil, Airlangga mengatakan BI kemungkinan masih memandang risiko eksternal masih cukup tinggi. Selain itu, berlarut-larutnya proses keluarnya Inggris dari Eropa (Brexit) juga menambah ketidakpastian tersebut.

“BI tentunya telah mempertimbangkan berbagai faktor dalam keputusannya, baik faktor domestik maupun internasional. Keputusan mempertahankan suku bunga saya rasa merupakan keputusan optimal," jelasnya.

Selain itu, Airlangga Hartarto juga mengapresi langkah penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) yang dilakukan. Ia menilai penurunan ini dilakukan guna menjaga kecukupan likuiditas di pasar keuangan.

Meski demikian, Airlangga memperkirakan peluang BI untuk menurunkan suku bunga masih cukup terbuka. Salah satu pertimbangannya ialah tren penurunan inflasi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Oktober 2019 menyebutkan angka inflasi sebesar 3,13% (yoy) atau masih berada pada kisaran target yang ditetapkan oleh Pemerintah dan BI sebesar 3,5 %± 1% pada 2019.

Selain itu, stabilitas rupiah terhadap dolar AS masih terjaga pada kisaran Rp14.000 per dolar AS. Faktor-faktor tersebut juga didukung oleh suku bunga yang ditetapkan BI saat ini sebesar 5% masih cukup tinggi dibandingkan dengan negara lain seperti Filipina sebesar 4%, Malaysia sebesar 3%, dan Thailand sebesar 1,5%.

"Demikian pula halnya secara riil. Suku bunga rill di Indonesia masih menarik dibandingkan dengan Thailand dan Taiwan, dan sama menariknya dengan Malaysia," tambah Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga berharap agar kebijakan BI secara efektif diikuti oleh sektor perbankan dan keuangan. Hal ini agar tren penurunan suku bunga kebijakan BI bisa segera ditransmisikan ke suku bunga kredit atau pembiayaan sehingga ke depannya menjadi stimulus bagi dunia usaha di tengah ancaman perlambatan ekonomi global.

“Beragam program yang dijalankan oleh pemerintah saat ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tidak hanya memerlukan dukungan dari sisi fiskal tetapi juga sisi moneter dari BI”, pungkasnya.

Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dilakukan hari ini, BI memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga BI 7 Days Repo Rate (RR) pada level 5%, di mana deposit facility rate dipertahankan tetap pada level 4,25% dan lending facility rate pada level 5,75%.

Selain mempertahankan suku bunga acuan, RDG BI juga memutuskan untuk menurunkan Giro Wajib Minimum (GWM) Rupiah untuk Bank Umum Konvensional dan Bank Umum Syariah/Unit Usaha Syariah sebesar 50 bps menjadi masing-masing 5,5% dan 4,0%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suku bunga acuan
Editor : Achmad Aris
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top