Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Warga melintasi galeri anjungan tunai mandiri (ATM) di Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (5/8/2019). - ANTARA/Aditya Pradana Putra.
Premium

Merajut Sinergi Bank dan Fintech dalam Pembiayaan UMKM

09 Desember 2019 | 16:43 WIB
Meski kehadiran perusahaan teknologi finansial dinilai bisa memudahkan masyarakat dan pelaku usaha mendapatkan pendanaan tanpa melalui birokrasi bank, tapi keberadaan bank diyakini masih diperlukan.

Bisnis.com, JAKARTA — “We need banking but we don’t need banks anymore.”

Hal tersebut disampaikan Bill Gates, orang terkaya di dunia yang disebut-sebut oleh majalah Forbes memiliki kekayaan senilai total US$96,5 miliar pada 2019. Pernyataan yang disampaikan lebih dari 2 dekade lalu itu seakan menjadi ramalan terjadinya disrupsi atas sektor perbankan oleh teknologi, saat ini.

Disrupsi ini turut terjadi di Indonesia. Kemajuan teknologi diiringi menjamurnya perusahaan rintisan berbasis teknologi finansial (tekfin).

Kehadiran tekfin meminimalisir hubungan masyarakat dengan bank dalam urusan pinjam-meminjam. Tak hanya individu, pinjaman melalui tekfin juga bisa dilakukan dalam tempo singkat dan prosedur sederhana oleh para pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pedagang batik menunggu pembeli di Pasar 17 Agustus, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis (16/5/2019)./ANTARA FOTO-Saiful Bahri

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top