Implementasi QRIS: Merchant Keluhkan Biaya 0,7 Persen

Sosialisasi yang baik kepada para merchant mengenai pengenaan biaya pada setiap transaksi dan manfaat lebih QRIS harus dilakukan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  15:07 WIB
Implementasi QRIS: Merchant Keluhkan Biaya 0,7 Persen
Ilustrasi pembayaran menggunakan QR Code dengan ponsel pintar - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Industri jasa keuangan mencatat adanya keluhan dari micro merchant mengenai pengenaan biaya (merchant discount rate/MDR) sebesar 0,7 persen dari transaksi yang menggunakan Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS).

Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Handayani menilai perlu dilakukan sosialiasi yang baik dari pengenaan biaya tersebut. Pengenaan biaya pada setiap transaksi QRIS kerap mendapat pertanyaan dari merchant karena hal tersebut merupakan hal asing bagi mereka.

"Dengan ada standarisasi MDR 0,7 persen agak cukup sulit membuat pemahaman bahwa ada satu charge yang dibebankan pada pedagang. Itu tantangan yang harus kami komunikasikan dengan baik," katanya, Rabu (5/2/2020).

Menurutnya, BRI sudah cukup agresif masuk ke ekosistem UMKM, pedagang, maupun transportasi untuk mendorong adopsi QRIS. Apalagi potensi transaksi dari adopsi sistem pembayaran ini pada micro merchant sangat besar.

Misalnya, selama tahun lalu, bank dengan aset terbesar di Indonesia ini telah memiliki sekitar 422.160 agen BRILink di 50.875 desa dengan nilai transaksi total Rp673 triliun. Ada 8.172 badan usaha milik desa yang telah menjadi agen BRILink.

BRI mencatat ada sekitar 2,5 juta pedagang eceran, 14.000 pedagang pasar, lebih dari 115.000 pedagang grosir yang dapat diadopsi QRIS. Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan hadirnya ibu kota baru maupun pembukaan jalan tol baru karena mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi baru.

"Kalau berdasarkan data kami, masih perlu didorong sosialisasi transaksi cashless karena pertumbuhan mobile dan internet banking dua digit, ini jadi kesempatan," katanya.

Deposit Investment Product Development Bank Sinarmas Untung Kurniawan mengakui sosialisasi terberat ke micro merchant dalam adopsi QRIS adalah pengenaan biaya 0,7 persen. Sosialisasi mengenai manfaat lebih yang didapat, berupa kesempatan mendapatkan bisnis yang lebih baik maupun menghindari uang palsu harus disampaikan.

Menurutnya, internal Group Sinarmas, telah mulai melakukan sosialisasi QRIS melalui sinergi ekosistem. Sinarmas, mendorong penetrasi QRIS dengan mengikutsertakan pemberian fasilitas pinjaman.

"Kami sudah mulai melakulan penetrasi market, pada market kita berikan fasilitas pembiayaan, QRIS ini akan bantu peningkatan ekonomi ke depannya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
QR code

Editor : Annisa Sulistyo Rini
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top