Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyeksi NPL Bank Mandiri Lebih Rendah, Corona Virus Jadi Pertimbangan

Bank Mandiri memproyeksi kualitas kredit pada tahun ini akan lebih baik. Namun, perseroan mewaspadai dampak virus corona terhadap kinerja debitor.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  12:25 WIB
Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar memberikan sambutan dalam acara Mandiri Investment Forum 2020 di Jakarta, Rabu (5/2). Seminar yang mengangkat tema Advancing Investment-Led Growth ini diselenggarakan untuk mendorong partisipasi swasta di sektor investasi, sehinga momentum pertumbuhan ekonomi nasional terjaga.Bisnis - Arief Hermawan P
Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar memberikan sambutan dalam acara Mandiri Investment Forum 2020 di Jakarta, Rabu (5/2). Seminar yang mengangkat tema Advancing Investment-Led Growth ini diselenggarakan untuk mendorong partisipasi swasta di sektor investasi, sehinga momentum pertumbuhan ekonomi nasional terjaga.Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. memperkirakan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) bisa ditekan di kisaran 2,1 persen hingga 2,3 persen pada 2020. Namun, perseroan juga mewaspadai dampak virus corona terhadap kinerja nasabah yang bisa berujung pada kemampuan membayar debitor. 

Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin mengatakan kualitas kredit pada tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu, berkaca pada kualitas penyaluran kredit dalam tiga tahun terakhir. Di samping itu, tahun ini bank bersandi saham BMRI itu juga akan lebih fokus menyalurkan kredit ke sektor industri berisiko rendah. Pada Desember 2019, rasio NPL Bank Mandiri tercatat 2,3 persen, turun dari posisi Desember 2018 sebesar 2,8 persen.

"Kita cukup optimis Bank Mandiri kinerja kredit portofolio kita akan lebih baik dari tahun lalu," ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (6/2/2020).

Kendati demikian, Bank Mandiri cukup menaruh perhatian terhadap dampak penyebaran virus corona. Di China, virus corona telah berdampak pada penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi China. Hal itu dikawatirkan akan berdampak luas secara global karena China saat ini menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Menurut Siddik, pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap sektor usaha mana yang berpotensi terdampak pelemahan ekonomi China. Sektor tersebut, lanjut Ahmad adalah sektor yang berhubungan langsung dengan China, misalnya industri yang mengimpor bahan baku dari China. 

Siddik menegaskan proyeksi NPL di kisaran 2,1 persen hingga 2,3 persen pada tahun ini dibuat jauh sebelum munculnya wabah virus corona di China. Kendati virus ini telah menimbulkan dampak, terutama di China, Bank Mandiri tidak akan menyetop kredit ke salah satu sektor. Dia menambahkan, Bank Mandiri butuh informasi lebih rinci terkait seberapa besar dampak virus corona terhadap industri.

“Kita butuh banyak informasi tentang corona misalnya dalam satu dua bulan sudah ada cure vaccine. Kalau berkepanjangan sampai 6 bulan impact pasti ke mana," tukasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top