Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OJK Siap Batasi Bancassurance, AAJI Tuntut Penjelasan

Saat ini kanal penjualan asuransi melalui bank menjadi salah satu penyumbang premi terbesar di industri selain agen.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 26 Februari 2020  |  21:51 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (tengah) didampingi Gubernur Provinsi Jambi Fachroni Umar (kanan); Direktur Astra Suparno Djasmin (kiri); dan CEO Asuransi Astra Rudy Chen, meresmikan pendirian Bank Wakaf Mikro Pondok Pesantren As'ad Jambi, Rabu (3/4 - 2019). (Bisnis)
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso (tengah) didampingi Gubernur Provinsi Jambi Fachroni Umar (kanan); Direktur Astra Suparno Djasmin (kiri); dan CEO Asuransi Astra Rudy Chen, meresmikan pendirian Bank Wakaf Mikro Pondok Pesantren As'ad Jambi, Rabu (3/4 - 2019). (Bisnis)

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) meminta Otoritas Jasa Keuangan menjelaskan rencana pembatasan produk asuransi melalui bancassurance.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menuturkan kanal penjualan melalui bank merupakan salah satu penyumbang premi terbesar bagi industri. Alih-alih membatasi penjualan, otoritas seharusnya memberikan stimulus tambahan agar industri asuransi terus membesar di Tanah air.

"Sedikit aneh jika bisnis dibatas-batasi, karena bisnis kan harus kreatif. OJK mesti memberikan kejelasan dulu mengenai apa yang akan dibatasi," ujar Togar kepada Bisnis, Rabu (26/2/2020).

AAJI meminta otoritas menyosialisasikan draf pembatasan itu. Menurut Togar, jika pembatasan merujuk kepada unit linked, produk tersebut telah dijual sejak awal tahun 2000 melalui bancassurance, adapun jika itu merujuk kepada saving plan, produk tersebut merupakan produk tradisional jenis endowment.


Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyampaikan regulator akan meninjau kembali banyaknya produk asuransi yang dipasarkan melalui kanal bancassurance. Secara khusus, otoritas akan menyoroti produk-produk asuransi yang mengandung investasi.

"Jadinya harus kami luruskan ke depan, instrumen mana saja yang boleh dijual lewat perbankan. Kalau itu proteksi oke lah, kalau investasi nanti dulu, akan kami lihat," ujar Wimboh pada Rabu (26/2/2020).

Menurutnya, otoritas telah melakukan diskusi panjang lebar bersama Bank Indonesia mengenai rencana pembatasan tersebut. Hasilnya, otoritas akan membuat ketentuan mengenai produk asuransi seperti bagaimana yang boleh dipasarkan melalui bancassurance.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ojk bancassurance
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top