Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laba Mandiri Utama Finance Lompat Hampir 500 Persen

Dengan capaian ini maka aset perusahaan tumbuh 12 persen menjadi Rp5,13 triliun.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  11:41 WIB
Direktur Mandiri Utama Finance Wiweko Probodjakti (dari kiri) berbincang dengan Dirut Stanley Setia Atmadja, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, SEVP Consumer & Transaction Jasmin dan Direktur Hery Gunardi saat mencoba koleksi motor di sela-sela peluncuran program Mandiri Kredit Motor di Jakarta, Senin (18/3/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Direktur Mandiri Utama Finance Wiweko Probodjakti (dari kiri) berbincang dengan Dirut Stanley Setia Atmadja, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, SEVP Consumer & Transaction Jasmin dan Direktur Hery Gunardi saat mencoba koleksi motor di sela-sela peluncuran program Mandiri Kredit Motor di Jakarta, Senin (18/3/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mandiri Utama Finance (MUF) mencatat lompatan laba bersih sebesar 492,77 persen.

Laba perusahaan tumbuh dari Rp8,75 miliar menjadi Rp51,78 miliar tahun lalu.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan Jumat, (28/2/2020), sepanjang tahun lalu anak perusahaan Bank Mandiri tersebut membukan pendapatan senilai Rp1,18 triliun, naik 12,38 persen dibandingkan 2018 sebesar Rp1,05 triliun.

Dari laporan telah diaudit itu, kontribusi pendapatan perseroan paling besar berasal dari pembiayaan konsumen senilai Rp1,02 triliun. Selanjutnya marjin murabahah senilai Rp3,99 miliar, naik dibandingkan Rp147,25 juta di akhir 2018.

Pendapatan lain-lain juga tercatat tumbuh menjadi Rp151,93 miliar dari sebelumnya Rp38,76 miliar. Sedangkan pendapatan bunga dan bagi hasil sebesar Rp2,76 miliar.

Sementara itu, total beban perusahaan mencapai Rp1,11 triliun. Naik dari Rp1,04 triliun pada 2018. Kontribusi terbesar pada pos beban keuangan yang mencapai Rp386,51 miliar. Naik dari periode sebelumnya Rp351,24 miliar. Beban juga bertambah pada pos gaji dan tunjangan menjari Rp288,47 miliar naik dari Rp170,70 miliar pada 2018.

Selanjutnya, beban umum dan administrasi menjadi Rp196,22 miliar naik dari Rp156,15 miliar.

Penyisihan kerugian akibat penurunan nilai pembiayaan konsumen turun menjadi Rp143,73 miliar. Pada 2018 pos beban ini memberatkan perusahaan sebesar Rp244,10 miliar. Selanjutnya penyisihan kerugian penurunan nilai pembiayaan murabahah Rp229,95 juta naik dari Rp10,09 juta.

Ada juga beban pemasaran Rp54,84 miliar naik dari Rp47,05 miliar, dan terakhir beban lain-lain senilai Rp46,99 miliar atau turun dari sebelumnya Rp75,15 miliar.

Dengan kinerja tersebut, Mandiri Utama Finance berhasil mendongkrak nilai aset perusahaan menjadi Rp5,13 triliun atau melonjak 12 persen dari Rp4,58 triliun di akhir 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mandiri Utama Finance
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top