Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jalan Terjal Bank Kecil Raih Laba  

Laba bank BUKU I tercatat terus turun dalam 5 tahun terakhir.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 03 Maret 2020  |  18:31 WIB
Pegawai Bank BNI Syariah menunjukan uang rupiah di kantor cabang di Jakarta, Senin (2/3/2020). Bisnis - Abdurachman
Pegawai Bank BNI Syariah menunjukan uang rupiah di kantor cabang di Jakarta, Senin (2/3/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Kemampuan bank kecil dalam menghimpun laba pada 2019 kalah jauh dengan modal inti besar.

Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia Otoritas Jasa Keuangan (SPI OJK), selama 2019 laba bank umum kelompok usaha (BUKU) I tercatat sebesar Rp457 miliar rupiah. Nilai tersebut turun 70,89 persen dibandingkanpuncak capaian pada 2015. Sementara jika dibandingkan dengan capaian tahun lalu, laba bank kecil ini turun 34,71 persen.

Regulasi pembagian bank berdasarkan modal ini mengklasterisasi 4 jenis bank. Rinciannya bank dengan modal inti di bawah Rp1 triliun sebagai BUKU 1. Sementara untuk BUKU II memiliki modal inti Rp1 triliun sampai Rp5 triliun. Sedangkan BUKU III memiliki modal Rp5 triliun sampai Rp30 triliun. Sedangkan kategori BUKU IV memiliki modal di atas Rp30 triliun.

Data yang sama juga menunjukan bank BUKU II membukukan laba Rp9,001 triliun atau turun 1,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk bank umum buku III pada 2019 laba yang digenggam mencapai Rp34,478 triliun atau turun 10,04 persen dibandingkan 2018. Sementara laba bank besar atau bank buku IV terlihat terus meningkat. Pada 2019,  laba bank buku IV mencapai Rp108,356 triliun atau naik 9,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan perseroan menyadari tantangan industri perbankan tahun ini akan semakin kompleks, baik dari aspek likuiditas, keberadaan industri teknologi finansial  serta ketidakpastian situasi ekonomi global. "Untuk itu, kami akan terus mewaspadai perkembangan ekonomi terkini dan melakukan inisiatif strategis yang diperlukan berdasarkan pertimbangan efektifitas dan efisiensi," kata Royke, Selasa (3/3/2020)

Ekonom Bank Permata Josua Pardede  menyebutkan penurunan laba bank kecil merupakan dampak penurunan Net Interest Margin (NIM) sebagai dampak ikutan turunnya suku bunga acuan. Adapun NIM bank BUKU I meluncur turun dari 4,87 persen tahun lalu menjadi 5,60 persen.

Beban lebih besar terjadi di bank BUKU II. NIM Pada bank jenis ini tercatat 4,81 persen, lebih rendah dibandingkan 2018, yang tercatat sebesar 5,08 persen. 

"Penurunan NIM ini kemudian digambarkan pula oleh adanya penurunan pendapatan bunga bersih perbankan, yakni BUKU I mencatat penurunan sebesar 29,0 persen dari pendapatan bunga. Sementara itu, BUKU II mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,91 persen pada 2019," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top