Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham 11 Emiten Asuransi Anjlok, Pengamat: Bukan Pilihan Utama

Sepanjang tahun berjalan 11 dari 15 emiten asuransi mengalami penurunan harga saham.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  18:03 WIB
Papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (16/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Sebagian besar emiten asuransi mencatatkan kinerja saham negatif sepanjang tahun berjalan pada 2020. Penyebaran virus corona dianggap memperparah kinerja saham emiten-emiten asuransi tersebut.

Berdasarkan data yang dirangkum oleh Bisnis.com, dari 15 emiten asuransi, 11 di antaranya mencatatkan kinerja negatif dan empat lainnya kinerja positif. 7 emiten bahkan mencatatkan penurunan kinerja saham hingga double digit.

Pengamat asuransi Hotbonar Sinaga menilai penurunan kinerja tersebut disebabkan oleh krisis global yang terjadi belakangan ini. Kondisi perang dagang antara Amerika Serikat dan China diperparah dengan menyebarnya Covid-19.

"Saham asuransi bisa terjun lebih dalam, faktor-faktor tadi dan distrust kepada industri asuransi membuat [kondisi] ini bisa terus berjalan sepanjang 2020," ujar Hotbonar kepada Bisnis, Selasa (17/3/2020).

Mantan Direktur Utama Jamsostek itu menilai tidak banyak yang dapat dilakukan untuk menggenjot kinerja saham dari emiten-emiten asuransi saat ini. Menurut Hotbonar, emiten Badan Usaha Milik Negara bisa melakukan buy back untuk memantik pertumbuhan kinerja, tapi tidak dengan emiten asuransi.

"Terpaksa menunggu dan pasrah sementara ini. Memang selama ini beberapa saham asuransi tertidur dan bukan merupakan saham pilihan investor, gejala ini sama dan serupa secara global," ujar dia.

PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk. (JMAS) mencatatkan penurunan paling dalam. Saham senilai Rp875 pada perdagangan 2 Januari 2020 turun hingga 46,29% (year-to-date/ytd) menjadi Rp470 per lembarnya pada perdagangan 17 Maret 2020.

Adapun, dari empat perusahaan berkinerja positif, PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI) mencatatkan pertumbuhan tertinggi. Saham senilai Rp4.150 pada perdagangan 2 Januari 2020 naik 29,52% (ytd) menjadi Rp5.375 pada perdagangan 16 Maret 2020.

Berikut daftar lengkap harga saham emiten asuransi sepanjang tahun ini:

Berikut daftar lengkap harga saham emiten asuransi sepanjang tahun ini:
 
 Nilai Saham AwalTanggalNilai Saham Saat IniTanggal%
ABDA6.92502-Jan5.57509-Mar-19,49
AHAP5802-Jan5016-Mar-13,79
AMAG29602-Jan29816-Mar0,68
ASBI30402-Jan22817-Mar-25
ASDM1.09502-Jan1.00011-Mar-8,68
ASJT12102-Jan10417-Mar-14,05
ASMI1.24002-Jan1.02517-Mar-17,34
ASRM2.01009-Jan2.05017-Mar1,99
JMAS87506-Jan47017-Mar-46,29
LIFE6.47502-Jan5.60013-Mar-13,51
LPGI3.60002-Jan3.65005-Mar1,39
MREI4.15002-Jan5.37516-Mar29,52
MTWI6402-Jan5617-Mar-12,5
TUGU3.45002-Jan3.39009-Mar-1,74
VINS12102-Jan9917-Mar-18,18
sumber: Bloomberg, diolah oleh Bisnis Indonesia

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG asuransi
Editor : Anggara Pernando
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top