Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tahun Ini, BRI Berupaya Tekan Cost of Credit di Bawah 2,3 Persen

Pada tahun lalu credit cost perseroan tercatat sebesar 2,3 persen, yang disumbang oleh sektor industri pengolahan dan tekstil.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  08:00 WIB
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya
Nasabah bertransaksi melalui mesin ATM di galeri e-banking Bank BRI, di Jakarta, Selasa (12/9). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bakal menjaga level biaya kredit atau cost of credit pada tahun ini sebesar 2 persen hingga 2,2 persen.

Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan pada tahun lalu credit cost perseroan tercatat sebesar 2,3 persen. Cost of credit tersebut disumbang oleh sektor industri pengolahan dan tekstil.

"Tahun ini credit cost akan kami jaga di level 2 - 2,2 persen," katanya kepada Bisnis, Senin (23/3/2020).

Selain itu, BRI juga akan lebih moderat dalam memproyeksikan pertumbuhan kredit yang sebelumnya ditargetkan sebesar 10 persen hingga 11 persen.

Menurutnya, perseroan akan tetap fokus di segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) maupun sektor lain yang masih memiliki potensi tumbuh di kondisi saat ini. Sektor lainnya tersebut, misalnya perdagangan dan jasa kesehatan.

Penyaluran kredit di wilayah-wilayah yang relatif tidak terlalu terdampak seperti luar Jawa juga akan didorong.

"Untuk menjaga kualitas kredit, kami juga berupaya meningkatkan monitoring dan restrukturisasi pada sektor terdampak jika diperlukan," katanya.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan ada sejumlah upaya yang dapat dilakukan industri perbankan untuk menurunkan cost of credit.

Bank dinilai harus memperketat analisis calon debitur hingga menggunakan teknologi seperti big data dan artificial intelligences untuk menekan potensi resiko kredit.

Selain itu, bank juga harus menyesuaikan remunerasi direksi bank karena ditengah situasi ini biaya pegawai harus diefisienkan mulai dari yang atas.

"Cost of credit berpotensi meningkat kalau tidak dilakukan langkah seperti yang di atas," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit bri
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top