Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Penangguhan Angsuran Kredit Ojol dan Mobil Taksi Online, OJK Bungkam?

Untuk meringankan masyarakat yang memiliki cicilan ke perbankan, pemerintah berencana memberikan relaksasi di tengah pandemi global.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 25 Maret 2020  |  12:13 WIB
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar
Karyawan beraktivitas di kantor Adira Finance di Jakarta. Bisnis - Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi akan memberikan relaksasi kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk pelaku ojek dan taksi online, berupa penangguhan angsuran kredit selama satu tahun kedepan.

Meski demikian, sampai saat ini belum ada rincian serta aturan turunan tentang bagaimana penerapan dari kebijakan tersebut.

Kepala Departemen Pengawasan IKNB OJK Bambang W. Budiawan menyatakan penjelasan terkait hal itu, kini dipegang secara terpusat oleh bagian humas otoritas.

"Maaf untuk sementara ini, [penjelasan tentang relaksasi] disentralisir oleh Humas OJK," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (25/3/2020).

Sebelumnya Presiden telah mengantongi kesepakatan dari Otoritas Jasa Keuangan untuk memberikan relaksasi kredit kepada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Debitur dengan nilai pembiayaan kurang dari Rp10 miliar untuk tujuan usaha akan diberikan penurunan bunga dan penundaan cicilan sampai satu tahun.

“Baik itu kredit yang diberikan perbankan maupun industri keuangan non bank, asalkan gunakan untuk usaha,” kata Jokowi, Selasa (24/3/2020).

Relaksasi ini juga berlaku bagi para driver online, baik motor ataupun mobil, serta para nelayan. “Karena itu tukang ojek, kepada supir taksi yang sedang kredit kendaraan bermotor, kredit mobil, nelayan yang sedang kredit perahu tidak perlu khawatir. Pembayaran bunga dan angsuran diberikan kelonggaran satu tahun,” janji Jokowi.

Mengikuti relaksasi itu, pihak perbankan maupun industri keuangan nonbank dilarang mengejar angsuran. Terlebih lagi sampai menggunakan jasa penagihan atau debt collector. “Itu dilarang dan saya minta kepolisian mencatat hal ini,” kata Presiden.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit OJK Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top