Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sebanyak 500 Nasabah CIMB Niaga Finance Ajukan Keringanan Kredit

Perseroan akan melakukan verifikasi usaha nasabah, supaya memastikan program ini tepat sasaran
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  20:59 WIB
Direktur CIMB Niaga Finance (dari kiri-kanan) Antonius Herdaru (Chief of Credit & Risk), Danis V Bimawan (Collection & Recovery Director), Ristiawan (President Director), M Imron Rosyadi Nur (Finance & Strategy director), dan Kurniawan Kartawinata (Sales & Acquisition Director) setelah peluncuran logo baru perusahaan di Jakarta, Senin (9/3/2020) - Bisnis / Arif Gunawan
Direktur CIMB Niaga Finance (dari kiri-kanan) Antonius Herdaru (Chief of Credit & Risk), Danis V Bimawan (Collection & Recovery Director), Ristiawan (President Director), M Imron Rosyadi Nur (Finance & Strategy director), dan Kurniawan Kartawinata (Sales & Acquisition Director) setelah peluncuran logo baru perusahaan di Jakarta, Senin (9/3/2020) - Bisnis / Arif Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA-- Sebanyak 500 nasabah PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance) sudah mengajukan keringanan kredit sebagai dampak dari penyebaran virus corona di Indonesia.

Presiden Direktur CIMB Niaga Auto FInance Ristiawan Suherman menjelaskan jumlah nasabah yang mengajukan keringanan kredit itu merupakan data terbaru.

"Pengajuan [keringanan kredit] sudah mulai banyak masuk ke CNAF, ada sekitar 500an nasabah sampai posisi 30 Maret," ujarnya kepada Bisnis, Senin (30/3/2020).

Dia menjelaskan latar belakang nasabah yang mengajukan keringanan itu, sangat beragam bahkan dari latar belakang yang tidak terdampak pun ada yang masuk untuk mengajukan program.

Selanjutnya perseroan akan melakukan verifikasi usaha nasabah, supaya memastikan program ini tepat sasaran, yaitu untuk masyarakat yang terkena dampak dari pandemik covid-19, baik secara langsung maupun tidak langsung khususnya dari beberapa sektor sesuai arahan pemerintah.

Dari data yang masuk dan sedang dilakukan verifikasi lanjutan, sekitar 57 persen nasabah yang mengajukan adalah segmen wiraswasta, dan 37 persen lainnya dari segmen karyawan, lalu untuk sisanya tersebar ke beberapa segmen.

"Program yang kami tawarkan yaitu memperkecil nominal angsuran nasabah, melalui misalnya program perpanjangan tenor dan balloon payment, hingga program holiday payment bagi beberapa segmen nasabah yang bisnis atau pendapatannya sangat terdampak covid-19," ujarnya.

Ristiawan mengaku bila mengacu terhadap aturan OJK, nasabah yang mengikuti program relaksasi kredit terdampak covid-19 nantinya akan ditetapkan sebagai nasabah lancar.

Dengan kebijakan itu, nasabah yang mendapatkan program ini dalam jangka pendek tidak akan terlalu berpengaruh terhadap besaran non-performing loan di perseroan.

Menurutnya kondisi NPL perusahaan mungkin akan banyak dipengaruhi kondisi makro ekonomi, di mana tingkat daya bayar yang cenderung akan menurun seperti kondisi saat ini.

Adapun tahun lalu, CNAF menyalurkan pembiayaan dengan nilai mendekati Rp4 triliun. Porsi pembiayaan UMKM mencapai sekitar 20 persen dari total kredit perusahaan. Pada tahun ini pihaknya optimistis nilai pembiayaan yang disalurkan bakal naik hingga 30 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cimb niaga restrukturisasi utang Virus Corona
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

Foto loadmore

BisnisRegional

To top