Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Petugas memasukan uang pecahan rupiah ke dalam mobil untuk didistribusikan dari Cash Center Mandiri, Jakarta, Senin (11/5/2020). - Antara Foto/Muhammad Adimaja
Premium

Mengukur Risiko Bank Jangkar  

19 Mei 2020 | 10:04 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjanjikan bank jangkar yang menerima bantuan likuiditas pemerintah dapat juga menjadi peserta penerima jika menjalankan program restrukturisasi kredit.

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) untuk mengatur penempatan dana pada bank pelaksana restrukturisasi kredit UMKM atau bank jangkar. Mekanisme penyaluran dana tersebit dirancang dalam 12 tahapan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan anggaran penempatan dana pemerintah untuk restrukturisasi kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mencapai Rp87,59 triliun. Namun, nominal tersebut masih dapat bertambah atau berkurang setelah dilakukan pembahasan detail dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Sri Mulyani menegaskan bahwa jika bank jangkar mengambil posisi rangkap sebagai bank pelaksana restrukturisasi juga, maka bank tersebut wajib menjalankan prosedur sebagai bank pelaksana pula.

“Manajemen dari bank pelaksana harus menjamin kebenaran dan akurasi dari proposal penempatan dana. Kalau bank peserta adalah sekaligus bank pelaksana, maka juga harus menjamin kebenarannya,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Senin (18/5/2020).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pemaparan melalui video confenrence (vidcon) di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Aceh, Jumat (17/4/2020). Vidcon bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Kesehatan dan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 bersama Gubernur, Bupati, Wali Kota dan Ketua DPRD tersebut terkait tata cara refocusing dan realokasi APBD tahun 2020./Antara Foto-Irwansyah Putra.

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, nantinya Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hanya menjamin dana pemerintah yang ditempatkan di bank jangkar atau bank peserta Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top