Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Permintaan Rendah, Penyaluran Kredit Tak Bisa Dipaksakan

Permintaan kredit yang rendah itu pun terlihat dari rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) bank yang menurun.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  17:16 WIB
Pengamat Ekonomi M. Chatib Basri. - FB Sri Mulyani
Pengamat Ekonomi M. Chatib Basri. - FB Sri Mulyani

Bisnis.com, JAKARTA - Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menyatakan pada masa pandemi saat ini penyaluran kredit tidak dapat dipaksakan.

Hal tersebut disebabkan karena permintaan memang sedang tidak ada. Permintaan kredit yang rendah itu pun terlihat dari rasio kredit terhadap simpanan (loan to deposit ratio/LDR) bank yang menurun.

Sebagai informasi, LDR bank turun dari 95,5 persen pada Mei 2019 menjadi 90,4 persen pada Mei 2020.

"LDR bank turun, kenapa? Karena orang tidak minta kredit saat ini, untuk apa minta kredit padahal tidak butuh ekspansi usaha karena tidak ada permintaan. Kalau menambah produksi, nanti hanya berakhir jadi stok," ujarnya dalam diskusi online, Senin (20/7/2020).

Dia menyebutkan sejumlah langkah memang telah dilakukan pemerintah dan otoritas moneter. Terakhir, Bank Indonesia telah memangkas suku bunga 25 basis pon menjadi 4 persen.

Langkah ini menurut memang bisa mendorong kredit, tetapi persoalannya saat ini perbankan cenderung menahan dan tidak memberikan kredit baru karena mereka tahu tidak ada permintaan.

Apabila penyaluran dipaksakan saat tidak ada permintaan, maka bisa berakhir menjadi kredit macet dan memicu persoalan likuiditas, kredit bermasalah, dan juga penurunan profitabilitas.

Chatib pun berpendapat hal penting yang harus dilakukan adalah meningkatkan permintaan kredit. "Kalau permintaan tidak ada ya kredit macet. Pemulihan permintaan tentu bisa dimulai dengan kebijakan fiskal," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit chatib basri
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top