Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perpanjangan Restrukturisasi Multifinance Dinilai Belum Mendesak, Ini Alasannya

Menanggapi wacana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempertimbangkan perpanjangan restrukturisasi kredit perbankan dan industri jasa keuangan nonbank (IKNB), Presiden Direktur FIF Group Margono Tanuwijaya menilai hal itu belum terlalu diperlukan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  22:55 WIB
Pekerja beraktifitas di dekat logo FIF Group, Jakarta, Sabtu (29/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Pekerja beraktifitas di dekat logo FIF Group, Jakarta, Sabtu (29/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Tren permohonan restrukturisasi kini berangsur-angsur melandai dan perusahaan pembiayaan atau multifinance pun menganggap program perpanjangan restrukturisasi belum terlalu mendesak.

Hal ini diungkapkan oleh Presiden Direktur PT Federal International Finance Group (FIF Group) Margono Tanuwijaya menanggapi wacana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempertimbangkan perpanjangan restrukturisasi kredit perbankan dan industri jasa keuangan nonbank (IKNB).

"Wacana perpanjangan relaksasi secara prinsip pasti kita dukung. Meskipun kini jumlah nasabah kami yang terdampak dan belum dilakukan relaksasi sudah sangat sedikit," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (4/7/2020).

Hingga kini, perusahaan pembiayaan yang fokus ke pangsa sepeda motor ini telah merealisasikan pengajuan restrukturisasi lebih dari 930.000 nasabah dengan nilai mencapai Rp12 triliun.

Menurut Margono, restrukturisasi memang bisa menekan tingkat kredit bermasalah atau non-performing financing (NPF) secara jangka pendek, namun berpengaruh besar terhadap arus kas perusahaan.

Sementara itu, secara jangka panjang, nasabah yang masih kesulitanan untuk membayar cicilan sehingga mendapat penundaan pembayaran memang diuntungkan. Namun, akan berpengaruh besar terhadap kondisi NPF perusahaan pembiayaan ketika nantinya masa restrukturisasi tersebut berakhir.

Oleh sebab itu, menurut Margono seleksi ketat terhadap nasabah yang dinilai cocok mendapatkan restrukturisasi sangat penting untuk dilakukan. "Saat ini sudah sangat sedikit yang mengajukan. Karena selama tiga bulan, dari April sampai Juni, kita sudah lakukan hampir menjemput bola ke seluruh nasabah FIF yang terdampak krisis pandemi Covid-19 ini," tambah Margono.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance kredit fif group
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top