Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KreditPlus : Dugaan Sementara, Pencurian Data Dilakukan Pihak Ketiga

Sebanyak 819.976 data pelanggan KreditPlus diduga dijual di RaidForums.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  14:13 WIB
Logo KreditPlus. - Bisnis
Logo KreditPlus. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – PT Finansial Multi Finance (KreditPlus) telah melakukan investigasi mendalam dan komprehensif atas dugaan kebocoran data konsumen, sebagai wujud komitmen pada perlindungan data pelanggan.

Direktur KreditPlus Peter Halim menyebutkan bahwa hasil investigasi sementara mereka menunjukkan adanya tindakan pencurian data oleh pihak ketiga yang tidak berwenang terkait informasi konsumen KreditPlus.

“Setelah adanya pemberitaan mengenai adanya kebocoran data konsumen KreditPlus, kami segera melakukan investigasi internal untuk mengetahui fakta sebenarnya,” tuturnya melalui siaran pers, Rabu (5/8/2020).

Dia menyebutkan bahwa perusahaan telah melakukan tindakan cepat dengan menggunakan jasa konsultan keamanan siber eksternal yang kompeten dan berpengalaman untuk melakukan investigasi mendalam dan komprehensif atas dugaan kebocoran data konsumen tersebut.

Proses investigasi oleh konsultan keamanan siber eksternal tersebut saat ini masih berlangsung. Selain melakukan investigasi, konsultan eksternal tersebut juga akan memberi rekomendasi langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan perlindungan data konsumen KreditPlus.

“Untuk menyelidiki kasus tersebut, KreditPlus telah melibatkan ahli forensik digital terkemuka dan akan segera melaporkan kejadian ini kepada Badan Siber dan Sandi Negara [BSSN],” ujarnya.

Peter mengatakan bahwa perusahaan saat ini juga bekerja sama dengan pihak berwenang dalam investigasi tersebut untuk memastikan agar data pribadi konsumen aman dan terlindungi.

“Konsumen dan mitra kerja KreditPlus selalu menjadi prioritas utama dan KreditPlus selalu berupaya secara maksimal untuk memastikan data konsumen dan mitra kerja kami selalu terlindungi. Kami menangani masalah keamanan ini dengan sangat serius dan terus berinvestasi untuk lebih meningkatkan keamanan di platform aplikasi kami,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa pihaknya sudah menerapkan perlindungan terhadap kredensial finansial konsumen antara lain dengan menerapkan sistem kode OTP (one-time password) yang hanya bisa diakses secara waktu nyata oleh konsumen.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) angkat bicara atas kasus kebocoran data yang dialami KreditPlus yang diduga sebanyak 819.976 data pelanggan dijual di RaidForums.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan menyatakan bahwa pemerintah telah meminta klarifikasi dan laporan dari pengelola platform digital KreditPlus atas dugaan data breach yang mengakibatkan kebocoran data nasabah, sekaligus mengambil langkah yang diperlukan untuk menjamin keamanan data pengguna.

“Kami sudah bersurat ke Kreditplus untuk mengklarifikasi hal itu sekaligus melaporkan ke Kominfo terkait isu kebocoran ini," katanya, Selasa (4/8/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit kejahatan siber
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top