Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penyaluran Kredit Terendah Sejak 1998, Sektor Perdagangan Minus

Nilai penyaluran kredit perbankan hingga Juni 2020 mencapai Rp5.549,24 triliun
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  11:33 WIB
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan merapikan uang di cash center Bank BNI, Jakarta, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA -- Pertumbuhan kredit pada Juni 2020 melambat menjadi 1,49 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu (year on year/YoY). Padahal, pada Mei 2020, pertumbuhan kredit masih berada pada angka 3,04 persen YoY.

Artinya, realisasi Juni 2020 mengalahkan rekor pertumbuhan kredit Mei 2020 yang sempat dinilai sebagai pertumbuhan terendah sejak 1998. Adapun nilai penyaluran kredit perbankan hingga Juni 2020 mencapai Rp5.549,24 triliun.

Secara rinci, penurunan kredit terutama terjadi pada bank umum kelompok usaha (BUKU) 3 dengan penyaluran minus 2,25 persen. Sementara itu, Bank BUKU 1, BUKU 2, dan BUKU 4 masing-masing masih memperlihatkan pertumbuhan sebesar 3,94 persen, 4,81 persen, dan 2,88 persen.

Perlambatan kredit didorong oleh kredit modal kerja yang terkontraksi hingga minus 1,3 persen. Kredit investasi dan kredit konsumsi hingga Juni 2020 masih menunjukkan pertumbuhan yakni masing-masing sebesar 5,6 persen dan 2,3 persen.

Berdasarkan sektor, kredit perdagangan kembali terkontraksi hingga minus 5,23 persen. Padahal, sektor perdagangan melingkupi 17 persen dari total kredit.

Sektor yang masih memperlihatkan pertumbuhan yang tinggi yakni sektor transportasi yang mampu tumbuh 9,97 persen, pertambangan tumbuh 7,69 persen, konstruksi 4,41 persen, pertanian 4,31 persen, rumah tangga 3,17 persen, dan pengolahan 1,23 persen.

Data Penyaluran Kredit Perbankan/OJK

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso meminta industi perbankan untuk lebih proaktif dalam menyalurkan kredit. Apalagi adanya penempatan dana pemerintah diharapkan bisa memberikan ruang bagi perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit.

OJK pun semakin optimistis pertumbuhan kredit akan semakin meningkat karena adanya penjaminan yang biayanya dibayarkan oleh pemerintah. Selain itu, sektor UMKM juga tetap mendapatkan subsidi bunga.

Penyaluran kredit industri perbankan mulai membaik pada Juli 2020 dengan pertumbuhan 2,27 persen setelah bulan sebelumnya mencapai titik terendah yang hanya tumbuh 1,49 persen.

Adapun lebih rinci, angka pertumuhan penyaluran kredit tersebut terhitung per 23 Juli 2020 dengan nilai Rp5.576 triliun.

"Jadi, kami yakin bisa tumbuh lebih cepat lagi ke depan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit OJK
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top