Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Catat, Perpanjangan Restrukturisasi Kredit Hanya untuk Debitur Ini

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan pihaknya telah meminta perbankan untuk memonitor perkembangan proses restrukturisasi. Di tengah pembukaan kembali aktivitas perekonomian, sektor usaha diyakini akan kembali menggeliat dan mampu bertumbuhan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 28 Agustus 2020  |  17:10 WIB
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan membuka pintu perpanjangan restrukturisasi kredit bagi debitur yang dinilai masih memiliki kemampuan untuk bangkit di tengah himpitan tekanan akibat pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan pihaknya telah meminta perbankan untuk memonitor perkembangan proses restrukturisasi. Di tengah pembukaan kembali aktivitas perekonomian, sektor usaha diyakini akan kembali menggeliat dan mampu bertumbuhan.

Apalagi pemerintah sudah mulai memberikan sejumlah insentif seperti subsidi bunga maupun tambahan modal kerja dengan dijamin pemerintah. Bahkan, pemerintah menaruh deposito di bank-bank dengan bunga 3,4% sehingga memberikan ruang suku bunga murah.

Menurutnya, perpanjangan POJK 11/2020 terkait restrukturisasi kredit pun diperpanjang untuk mendukung langkah-langkah yang telah dilakukan seluruh pemangku kepentingan. Hanya saja perpanjangan restrukturisasi tersebut tidak akan overgeared melainkan hanya bersifat temporary dalam rangka memberikan ruang bagi sektor usaha untuk bangkit kembali menjadi lancar.

"Dengan dibukanya kembali perekonomian dan masyaraakt percaya diri akan menjadi baik, disitulah nasabah apabila butuh perpanjangan POJK silahkan," katanya, Kamis (27/8/2020).

Wimboh mengatakan apabila ada nasbaah yang meskipun diperpanjang tetapi tidak memiliki tanda-tanda untuk bangkit sebaiknya langsung diterapkan POJK asli dengan membntuk Penyisihan Penghapusan Aset Produktif (PPAP) dan dikatogorikan menjadi non-lancar. Perpanjangan restrukturisasi maupun langsung mengkategorikan tidak lancar merupakan kewenangan perbankan.

"POJK ini betul-betul dipergunakan bagi pengusaha kena Covid, kalau sebelum kena Covid sudah macet ya pasti sulit. POJK 11 ya diperpanjang untuk pengusaha-pengusaha yang memang bisa bangkit," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit OJK restrukturisasi utang
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top