Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja Pegadaian Tumbuh Positif di Periode Pandemi, Ini Penopangnya

Pegadaian tercatat menyalurkan total pembiayaan dan pinjaman di seluruh produknya mencapai Rp55,02 triliun per Juli 2020, atau naik 1,75% (month to month/mtm) dari Juni 2020 di angka Rp54,07 triliun.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 14 September 2020  |  19:28 WIB
Karyawati menunjukan emas batangan edisi Idul Fitri di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Selasa (5/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawati menunjukan emas batangan edisi Idul Fitri di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta, Selasa (5/5/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan pergadaian pelat merah PT Pegadaian (Persero) mencatatkan pertumbuhan positif di hampir semua lini produk layanannya per Juli 2020. Hal ini terungkap dalam Statistik Perusahaan Pergadaian terbaru yang diunggah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dikutip Bisnis, Senin (14/9/2020).

Pegadaian tercatat menyalurkan total pembiayaan dan pinjaman di seluruh produknya mencapai Rp55,02 triliun per Juli 2020, atau naik 1,75% (month to month/mtm) dari Juni 2020 di angka Rp54,07 triliun.

Realisasi tersebut membuat Pegadaian mampu melanjutkan tren positif kinerja pembiayaan dan pinjaman. Selama periode pandemi, pembiayaan dan pinjaman yang disalurkan Pegadaian hanya tercatat sekali mengalami penurunan secara bulanan yakni dari periode April ke Mei 2020, dari Rp53,83 triliun menjadi Rp53,06 triliun.

Kinerja  perseroan pada periode Juli 2020 masih didominasi oleh lini bisnis utama, yakni layanan Gadai yang meningkat lebih dari Rp1 triliun, dari Rp36,42 triliun per Juni 2020 menjadi Rp37,44 triliun (Juli 2020).

Produk lain yang turut tumbuh positif, yakni Rahn atau gadai syariah yang naik tipis dari Rp7 triliun (Juni 2020) ke Rp7,18 triliun (Juli 2020), dan produk Mulia dari Rp494 miliar ke Rp583 miliar.

Sementara itu, layanan Fidusia tercatat turun dari Rp6,33 triliun (per Juni 2020) menjadi Rp6,17 (Juli 2020). Layanan fidusia syariah atau Rahn Tasjili pun turun dari Rp3,81 triliun (Juni 2020) ke Rp3,65 triliun (Juli 2020).

Dengan pertumbuhan bisnis konvensional dan syariah ini, pendapatan Pegadaian dari sisi operasional pun mencapai Rp8,31 triliun, yang apabila ditambah pendapatan nonoperasional Rp3,73 triliun, total income Pegadaian mencapai Rp12,04 triliun.

Angka pendapatan operasional ini tercatat meningkat tajam secara bulanan, yakni 16,2% (mtm) dari Rp7,15 triliun (Juni 2020), maupun secara tahunan mencapai 14,7% (year-on-year/yoy) dari Rp7,24 triliun (Juli 2019).

Namun demikian, kinerja laba komprehensif Pegadaian secara tahunan sebesar Rp1,69 triliun, masih belum bisa lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp1,74 triliun. Hal ini sejalan dengan beban Pegadaian yang juga tampak melejit, karena pada periode Juli 2019 hanya Rp5,08 triliun menjadi Rp9,81 triliun per Juli 2020.

Menilik data tersebut, total beban ini terbagi antara beban operasional sebesar Rp6,4 triliun dengan beban nonoperasional yang juga tampak terus naik Januari 2020 hingga mencapai Rp3,4 triliun pada Juli 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

OJK gadai
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top