Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawati beraktivitas di salah satu cabang Bank CIMB Niaga di Jakarta. - Bisnis/Arief Hermawan P
Premium

Historia Bisnis : Lepasnya Pengaruh Rashid Hussain di Bank Niaga

20 September 2020 | 20:00 WIB
Sebelum dimiliki oleh CIMB Group Sdn Bdh, PT Bank CIMB Niaga Tbk. lebih dulu dikuasai sesama bankir Malaysia yakni Rashid Hussain. Bagaimana kisah kepemilikan saham Hussain di bank swasta Indonesia ini?

Bisnis.com, JAKARTA – Rashid Hussain seperti bisa memprediksi suatu krisis akan terjadi. Pada 1997, tepat setahun sebelum krisis moneter menggulung perekonomian Indonesia, bankir kawakan asal Malaysia itu memutuskan melepas kepemilikannya atas Bank Niaga.

Saat itu, Rashid tercatat memiliki 20 persen, atau sekitar US$99 juta, saham bank swasta tersebut. Dengan porsi itu, dia sadar tak akan bisa berbuat banyak jika sewaktu-waktu terjadi hal buruk.

“Dengan porsi 20 persen, posisi tawar menawar Rashid menjadi rendah. Makanya, saham itu dijual,” ujar salah satu eksekutif dari lingkaran Rashid, seperti diwartakan harian Bisnis Indonesia edisi 20 September 1997.

Hashim Djojohadikusumo adalah sosok yang saat itu diisukan kuat bakal membeli saham Rashid. Waktu itu, Hashim memang sudah punya saham di Bank Niaga, tapi porsinya baru sekitar US$233 juta.

Putra begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo tersebut dikabarkan punya keinginan tinggi untuk membeli saham Rashid, guna menjadi pemegang saham mayoritas. Keberhasilan menguasai Bank Niaga dipandang akan makin menguatkan dominasi Hashim.

Sebelumnya, lewat Tirtamas Group, Hashim tercatat tengah agresif di bisnis perbankan dengan menguasai saham Bank Pelita, Bank Papan Sejahtera, Bank Istimarat, dan Bank Industri.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top