Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Suku Bunga Acuan Rendah Bakal jadi Pendorong Pemulihan Ekonomi

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memproyeksi BI masih memiliki peluang untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 3,5 persen pada tahun ini hingga tahun depan.
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro (berdiri) dalam Macroeconomic Outlook di Jakarta, Rabu (15/5/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan
Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro (berdiri) dalam Macroeconomic Outlook di Jakarta, Rabu (15/5/2019)./Bisnis-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Suku bunga acuan Bank Indonsia diproyeksi akan tetap berada di level terendah hingga 2021. Kondisi ini akan menjadi salah satu instrumen yang mempercepat pemulihan ekonomi karena memberikan peluang untuk bertumbuh di tengah era inflasi yang rendah.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memproyeksi Bank Indonesia masih memiliki peluang untuk menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,5 persen pada tahun ini hingga tahun depan. Suku bunga ini akan memudahkan pemulihan ekonomi.

"Suku bunga acuan BI akan masih rendah hingga satu hingga dua tahun ke depan," katanya dalam media gathering virtual tentang Economic Outlook Triwulan III/2020, Kamis (24/9/2020).

Selain suku bunga yang rendah, pemulihan ekonomi juga akan terjadi jika pemerintah gencar menyalurkan bantuas sosial dan cash transfer yang lebih besar pada semester II/2020. Bahkan, adanya omnibus law dapat menjadi sentimen postif pemulihan karena akan mendorong masuknya aliran modal ke Indonesia.

Hanya saja, jika kasus Covid-19 terus meningkat, akan menurunkan confidence masyarakat. Pertumbuhan PDB pun kemungkinan besar akan terkontraksi pada kuartal III dan IV. Aliran modal masih dapat berbalik jika resiko meningkat

Andry pun masih meyakini kuartal IV/2020 masih bisa terjadi pertumbuhan ekonomi yang positif asal ada dorongan belanaja pemerintah.

"Kuartal IV kami masih menunggu, gambaran awal masih negatif. Namun, bisa saja positif pada level 0 persen, tergantung realisasi stimulus dan penambahan kasus, kalau turun terus kami memang akan bergerak minus," katanya.

Bank Mandiri memproyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal III/2020 masih akan berada pada teritori negatif tetapi dengan arah membaik dibandingkan kuartal II/2020.

Hal ini sejalan dengan dinamika ekonomi global di mana banyak negara-negara dunia yang juga sudah memasuki resesi kecuali Vietnam dan Tiongkok yang masih mencatat pertumbuhan positif.

Bank Mandiri pun memperkirakan pertumbuhan full-year ekonomi Indonesia pada 2020 akan berada pada kisaran minus 1 persen sampai denagn minus 2 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper