Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Laba BCA Kuartal III Terkoreksi, Bagaimana dengan Akhir Tahun?

Pada kuartal III/2020, BBCA membukukan laba bersih senilai Rp20,0 triliun atau turun 4,2 persen dibandingkan dengan posisi periode sama tahun lalu (year on year/YoY).
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 26 Oktober 2020  |  19:45 WIB
Nasabah melakukan transaksi lewat mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (28/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Nasabah melakukan transaksi lewat mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (28/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA -- Laba PT Bank Central Asia Tbk. berpotensi tumbuh positif pada kuartal IV/2020 lantaran akan ditopang oleh margin bunga bersih dan provisi.

Pada kuartal III/2020, BBCA membukukan laba bersih senilai Rp20,0 triliun atau turun 4,2 persen dibandingkan dengan posisi periode sama tahun lalu (year on year/YoY) yang senilai Rp20,9 triliun. Meskipun demikian, secara kuartalan, BCA masih mencatatkan pertumbuhan laba positif 37,8 persen.

Sementara itu, BBCA selama kuartal III/2020 telah menyalurkan kredit senilai Rp581,9 triliun atau turun 0,6 persen YoY. Penyaluran kredit BCA masih ditopang oleh kredit korprorasi yang tumbuh 8,6 persen YoY menjadi Rp252,0 triliun pada kuartal III/2020. Hingga akhir 2020, penyaluran kredit ke sektor korporasi tetap akan menjadi tumpuan BCA untuk tumbuh.

Pembentukan biaya pencadangan BBCA tumbuh 160,6 persen YoY pada kuartal III/2020. Secara kuartalan, pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) tersebut turun 40,2 persen.

Pada kuartal III/2020, rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) BCA berada pada kisaran 1,9 persen atau hanya naik 0,3 persen YoY dan cenderung turun 0,2 persen secara QtQ.

Analis RHB Sekuritas Christopher Andre Benas mengatakan biaya provisi yang menurun secara kuartalan mengindikasikan CKPN yang dibentuk perseroan relatif tinggi pada periode sebelumnya. Kondisi ini pun bisa memberikan keuntungan bagi BCA jika rasio kredit bermasalah dapat dijaga.

Walhasil, pembentukan biaya pencadangan tersebut bisa menjadi penopang pertumbuhan laba BCA pada kuartal IV/2020.

Apalagi, kredit Bank BCA masih berpotensi untuk bertumbuh pada akhir tahun nanti. Kondisi ini akan meningkatkan perolehan net interest margin (NIM) sehingga ikut menopang pertumbuhan laba.

"Adanya improvement dari NIM dan provisi bisa mendorong laba BCA pada kuartal IV/2020," katanya kepada Bisnis, Senin (26/10/2020).

Selain itu, dana murah atau CASA bank masih berpotensi tumbuh positif sehingga akan menurunkan biaya dana. Selain itu, penurunan suku bunga yang telah dilakukan BCA baru akan terasa dampaknya pada akhir tahun 2020 sehingga dapat menurunkan beban operasional.

"Biaya dana akan semakin murah impact dari penurunan suku bunga yang baru akan berasa dalam dua tiga bulan ini," katanya.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja mengatakan proyeksi perolehan laba pada kuartal IV/2020 masih akan fluktuatif tergantung seberapa cepat penanganan Covid-19. Apalagi, kehadiran vaksin yang masih belum menentu sehingga proyeksi laba tidak bisa dipastikan secara pasti.

"Saya bisa prediksi tetapi hasilnya sama saja dengan anda prediksi, bisa cocok bisa tidak, bisa kelebihan bisa kekurangan," katanya.

Direktur BCA Vera Eve Lim mengatakan cost of credit pada September 2020 adalah sebesar 1,8 persen. Hingga akhir tahun nanti cost of credit diproyeksi akan mencapai 1,8 persen hingga 2,2 persen. Apabila penangann Covid-19 membaik, pembentukan CKPN akan menurun sehingga berdampak positif bagi kinerja.

"Kami masih belum tahu bagaimana estimasi pemulihan Covid bisa seperti apa, terutama menghadapi tahun depan, bagaimana ke depannya, kalau kondisi cepat pulih ini distribusi beban CKPN akan membaik," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca kinerja bank laba bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top