Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos BCA Curhat Sulitnya Kerek Kredit di Tengah Pandemi

Sejumlah sektor mengalami pertumbuhan kredit minus karena tingginya nilai pelunasan daripada penyaluran baru.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 10 November 2020  |  12:45 WIB
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat paparan kinerja kuartal I/2020 secara live, Rabu (27/5 - 2020). Dokumen BCA.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat paparan kinerja kuartal I/2020 secara live, Rabu (27/5 - 2020). Dokumen BCA.

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk. membeberkan sulitnya mendorong pertumbuhan kredit di tengah pandemi karena tingginya pelunasan.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan penyaluran kredit menjadi usaha bank yang paling parah terdampak selama Covid-19. Bahkan, sejumlah sektor mengalami pertumbuhan kredit minus karena tingginya nilai pelunasan daripada penyaluran baru.

Jahja mencontohkan kredit sektor korporasi yang disalurkan BCA selama September 2020 adalah senilai Rp45 triliun, tetapi pengembalian cicilannya mencapai Rp30 triliun. Artinya, secara nett, kredit korporasi BCA hanya tumbuh Rp15 triliun.

Begitu juga dengan kredit pemilikan rumah (KPR) yang normalnya disalurkan Rp2,5 triliun per bulan. Namun, selama Covid-19, penyalurannya menurun menjadi Rp1 triliun per bulan. Nilai pengembalian kredit KPR pun lebih besar lagi yakni Rp1,8 triliun sehingga membuat pertumbuhan kredit minus Rp800 miliar.

Sektor otomotif, lanjutnya, lebih parah lagi. Dari normalnya penyaluran kredit per bulan Rp2,5 triliun, nilai kredit baru pada April 2020 hanya Rp90 miliar, sedangkan pelunasan yang dibayarkan Rp2 triliun.

Meskipun kredit untuk kendaraan bermotor (KKB) sudah mulai naik menjadi Rp200 miliar pada Mei 2020, tetapi pertumbuhannya tetap saja negatif karena pelunasannya masih lebih besar. Sementara itu, pada Juni 2020 penyaluran KKB sudah menyentuh Rp400 miliar dan mendekati Rp1 triliun sampai saat ini.

"Kejadian-kejadian ini betul-betul buat negatif carry, tapi kami tetap berusaha lepaskan kredit. Namun, pengembalian pinjaman itu kurangi outstanding balance yang terjadi di bank, ini perlu penjelasan jelas agar tahu betapa sulitnya," katanya dalam dalam webinar forum sektor jasa keuangan, Selasa (9/11/2020).

Menurutnya, permintaan kredit rendah salah satunya disebabkan oleh kelompok menengah ke atas yang menahan belanja. Sebaliknya, aktivitas belanja kelas menengah ke bawah masih stagnan.

"Credit card lebih parah lagi, masih utama kalau belanja kendaraan drop 22 persen artinya apa, tidak ada suatu pencairan dana dari orang yang mampu belanja, padahal bisa dorong ekonomi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca perbankan kredit penyaluran kredit jahja setiaatmadja
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top