Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sinergi BRI, PNM, dan Pegadaian: Perlu Disiapkan Peta Jalan yang Jelas

Peneliti INDEF Enny Sri Hartati dan peneliti UI Ninasapti Triawasti menilai pembentukan holding UMKM adalah hal positif, namun perlu dibarengi peta jalan yang jelas.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 03 Desember 2020  |  15:57 WIB
Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpasang di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). ANTARA FOTO - Aprillio Akbar
Logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terpasang di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). ANTARA FOTO - Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Peneliti INDEF Enny Sri Hartati menyambut positif wacana pembentukan holding BUMN dalam rangka meningkatkan pemberdayaan UMKM. Kendati demikian, dia menilai pemerintah perlu lebih dulu menyiapkan peta jalan agar masing-masing perusahaan bisa saling mengisi kekosongan.

"Dalam konteks holding UMKM, karena ini sama-sama untuk support UMKM maka kalau ada sinergi antar BUMN bisa muncul peluang efisiensi. Jadi, misal bagian apa saja yang nantinya diurus PNM, Pegadaian, BRI. Ini berpeluang terjadi dengan sinergi yang tepat dan tingkatkan efisiensi ketiganya,” kata Enny dalam keterangan tertulis kepada Bisnis, Kamis (3/12/2020).

Secara garis besar, Enny menilai akan ada banyak keuntungan bila holding tersebut terealisasi. Salah satunya adalah potensi berkurangnya bunga pembiayaan terhadap pelaku kecil.

Asalkan proyeksi dan visinya sudah dirumuskan dengan baik, Enny juga menilai holding tersebut tidak akan memunculkan monopoli seperti yang banyak dikhawatirkan publik.

“Pembentukan holding ini nggak untuk menciptakan monopoli, kalau aksi ini untuk justru menciptakan efisiensi dan memanfaatkan sumber daya yang idle di BRI untuk Pegadaian dan PNM," jelasnya.

Segendang sepenarian, ekonom Universitas Indonesia Ninasapti Triawasti juga memberikan penilaian positif. Namun, seperti halnya Enny, itu semua dengan catatan pemerintah lebih dulu menyusun peta jalan yang jelas.

“Holding untuk pemberdayaan pengusaha UMKM dan ultra mikro memiliki potensi positif jika mampu memperkuat daya saing dalam memperluas pangsa pasarnya. Perlu ada pemetaan peran berbagai BUMN saat ini terhadap pemberdayaan UMKM dan usaha mikro, misalnya BUMN perbankan untuk memperkuat permodalan, BUMN telekomunikasi untuk membantu proses digitalisasi, dan sebagainya," tandasnya.

Rencana pemerintah membentuk perusahaan induk BUMN untuk UMKM kembali mencuat setelah Menteri BUMN Erick Thohir kembali menyinggungnya dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (30/11/2020).

Dalam rapat Erick menyebut ada rencana pembentukan holding untuk Ultra Mikro dan UMKM yang melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri umkm pnm pegadaian holding bumn
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top