Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akhir 2020, Restrukturisasi Kredit Perbankan Tembus Rp971 Triliun

Ketua Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan angka restrukturisasi kredit terus bertambah hingga akhir tahun lalu.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  23:57 WIB
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memberikan kata sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 dan Arahan Presiden RI di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Bisnis - Nurul Hidayat
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memberikan kata sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 dan Arahan Presiden RI di Jakarta, Jumat (11/1/2019). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan kebijakan yang diambil sejak awal pandemi Covid-19 tahun lalu, yakni stimulus restrukturisasi kredit, mampu membantu perbankan menekan angka kredit bermasalah.

Ketua Komisioner OJK Wimboh Santoso mengungkapkan angka restrukturisasi kredit terus bertambah hingga akhir tahun lalu.

“Sejak diluncurkan 16 Maret 2020, sampai dengan akhir Desember 2020 program restrukturisasi kredit perbankan telah mencapai nilai Rp971 triliun diberikan kepada 7,6 juta debitur atau sekitar 18% dari total kredit perbankan,” katanya dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2021, Jumat (15/1/2021).

Jumlah tersebut berasal dari restrukturisasi kredit untuk sektor UMKM yang mencapai Rp386,6 triliun berasal dari 5,8 juta debitur.

Sementara itu, untuk debitur dari segmen non-UMKM, realisasi restrukturisasi kredit mencapai 1,8 juta debitur dengan nilai sebesar Rp584,4 triliun.

Dengan program restrukturisasi tersebut, lanjut Wimboh, rasio non-performing loan gross perbankan dapat dijaga pada level 3,06%, sedikit lebih tinggi dari tahun 2019 yakni sebesar 2,53%.

Adapun, untuk rasio NPL net industri perbankan tercatat sebesar 0,98% pada 2020, lebih rendah dari 2019 yang berada di level 1,19%).

Selain restrukturisasi kredit, pada tahun 2021 OJK juga mengeluarkan sejumlah stimulus untuk membantu industri jasa keuangan menghadapi masa sulit sebagai imbas perlambatan ekonomi akibat pandemi.

Beberapa stimulus lainnya yakni penilaian kualitas kredit satu pilar, penundaan penerapan Basel III dan pelonggaran pemenuhan indikator likuiditas serta indikator permodalan, telah dapat memberikan ruang bagi perbankan untuk menjaga profil risikonya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit OJK restrukturisasi utang
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top