Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tersangka Eks Kepala Cabang Maybank Cipulir Segera Dikirim ke JPU

Berkas perkara kasus penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp20 miliar milik atlet e-sport Winda Lunardi dinyatakan lengkap.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 19 Januari 2021  |  10:50 WIB
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang Maybank Indonesia, di Jakarta, Kamis (27/6/2019). - Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Bareskrim Polri sudah siap melakukan pelimpahan tahap kedua berupa barang bukti dan tersangka mantan Kepala Cabang Maybank Cipulir berinisial A ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus pada Bareskrim Polri Brigjen Polisi Helmy Santika mengemukakan, berkas perkara kasus penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp20 miliar milik atlet e-sport Winda Lunardi dinyatakan lengkap (P21) oleh JPU sejak 18 Desember 2020.

Selanjutnya, tim penyidik Bareskrim Polri akan melakukan pelimpahan tahap dua berupa barang bukti dan tersangka berinsial A ke JPU pada pekan ini.

"Berkas perkara sudah dinyatakan lengkap oleh JPU. Untuk tahap II akan dilakukan minggu ke-3 bulan Januari 2021," tuturnya, Selasa (19/1/2021).

Helmy mengatakan, bahwa tim penyidik Bareskrim Polri juga masih melakukan penelusuran aset milik tersangka A untuk mendalami aksi pencucian uang yang dilakukan tersangka ke sejumlah aset.

"Kami masih melakukan tracing asset tersangka ya," katanya.

Sebelumnya, Kepala Cabang Maybank Cipulir berinisial AT ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini pada 6 November 2020. AT diduga menggasak uang Winda Earl mencapai Rp22 miliar dan menyerahkannya ke temannya untuk diinvestasikan.

Penyidik Bareskrim telah menyita aset tersangka AT berupa mobil, tanah, dan bangunan.

Atas perbuatannya, tersangka AT dijerat dengan Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan dengan ancaman hukuman pidana penjara delapan tahun atau denda maksimal Rp100 miliar.

Kemudian Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), ancaman hukumannya paling lama 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maybank bareskrim
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top