Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham BBRI Fluktuatif, Inikah Sebabnya?

Sepanjang 2020 BRI membukukan total laba bersih konsolidasian senilai Rp18,65 triliun.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  20:28 WIB
Gedung BRI - bri.co.id
Gedung BRI - bri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. tercatat melemah 6,49 persen pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (29/1/2021).

Padahal, saham BBRI sempat menguat 2,23 persen pada pembukaan perdagangan, yaitu di level 4.570. Sehari sebelumnya, saham BBRI ditutup pada angka 4.470. Pada hari ini, saham bank spesialis kredit mikro ini bergerak di rentang 4.180 hingga 4.610.

Hal tersebut dinilai lebih dikarenakan sentimen ketidakpastian ekonomi akibat pandemi. Sementara itu, fundamental perseroan masih cukup kuat guna mendongrak kepercayaan investor ke depan.

Direktur PT Anugerah Mega Investama sekaligus dosen FEB Trisakti dan MET Atmajaya Hans Kwee menyebutkan fluktuasi harga saham dalam minggu ini cukup tinggi. Pandemi masih berlanjut dan belanja pemerintah masih belum agresif untuk mendorong ekonomi awal tahun ini.

"Namun, untuk saham BRI masih akan baik, terlebih manajemen risiko perseroan tergolong sangat baik pada tahun lalu," katanya, Jumat (29/1/2021).

Dia menyampaikan perseroan tahun ini dapat lebih ekspansif. Namun, langkah tersebut perlu dilakukan secara terukur agar kualitas risiko dapat terus terjaga baik.

Menurutnya, segmen UMKM masih tetap perlu menjadi perhatian meski potensi pemulihan kinerjanya lebih cepat dibandingkan dengan segmen lain.

"BRI memang masih kuat, namun mitigasi risiko tetapi harus dijaga. Kita masih dalam masa pandemi," sebutnya.

Adapun, BRI membukukan total laba bersih konsolidasian senilai Rp18,65 triliun sepanjang 2020.

Berdasarkan laporan keuangannya yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia, Rabu (19/8/2020), perolehan laba bersih Rp18,65 triliun tersebut lebih rendah 45,65 persen year on year (yoy) dibandingkan dengan periode sama pada 2019 sejumlah Rp34,37 triliun.

Kondisi tersebut lantaran adanya tekanan di sisi pendapatan. Pendapatan bunga BBRI pada 2020 mencapai Rp116,93 triliun, turun 3,96 persen yoy dari Rp121,76 triliun pada 2019.

BBRI pun optimistis kinerja penyaluran kredit mampu tumbuh di kisaran 7 persen pada tahun ini.

Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno mengatakan kondisi ekonomi sudah mulai membaik sejak akhir tahun lalu. Daya beli masyarakat sekaligus konsumsi masyarakat mulai membaik dan akan cepat mendorong kinerja ekonomi dan fungsi intermediasi.

"Kami melihat sinyal pemulihan sejak kuartal keempat tahun lalu. Tahun ini kami cukup optimistis. Tentu secara korporasi masih fokus pada segmen mikro. Pertumbuhan kredit akan berada di kisaran 6 hingga 7 persen," katanya dalam paparan kinerja 2020 BRI, Jumat (29/1/2021).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bri bank bumn kinerja bank emiten bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top