Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Seorang warga menggunakan pembayaran nontunai Quick Response Indonesia Standard (QRIS) saat membeli kopi di warung kopi Jalik Rumbuk di Mataram, NTB, Selasa (12/1/2021). - ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Premium

OJK Rancang Modal Minimum Rp10 Triliun, Bank Mana yang Siap Go Digital?

19 Februari 2021 | 07:00 WIB
Modal minimum Rp10 triliun menjadi salah satu rancangan persyaratan pendirian bank digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari sekian banyak calon bank digital, siapa yang siap?

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan akhirnya merilis rancangan persyaratan yang harus dipenuhi dalam mendirikan bank digital. Ada sejumlah hal yang harus dilakukan oleh pihak bank, salah satunya adalah menyiapkan modal inti minimal Rp10 triliun.

Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Anung Herlianto mengatakan pihaknya masih melakukan pembahasan mengenai ketentuan pendirian bank digital. Peraturan OJK (POJK) mengenai bank digital ini ditargetkan rilis sebelum semester I/2021 berakhir.

Dia menjelaskan pendirian bank digital ini terbagi menjadi dua jenis. Pertama, pendirian bank baru sebagai fully-digital bank. Untuk ini, investor menyampaikan proposal kepada OJK untuk mendirikan bank digital.

Kedua, transformasi bank eksisting menjadi bank digital. Hal ini, sambung Anung, misalnya ditunjukkan oleh transformasi PT Bank Jago Tbk. (ARTO), Sea Group—induk e-commerce Shopee—melalui PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (BKE), atau PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang mengubah Bank Royal menjadi bank digital bernama Bank BCA Digital.

"Untuk pendirian bank digital, itu persyaratannya Rp10 triliun untuk pendirian bank baru. [Ini] disertai persyaratan eksisting bank digital seperti memiliki kemampuan mengelola bisnis bank yang prudent dan berkesinambungan, perlindungan data nasabah," paparnya, Kamis (18/2/2021).

Namun, untuk bank eksisting yang bertransformasi menjadi bank digital, besaran modal minimumnya tetap sama dengan POJK Nomor 12 Tahun 2020 yang menyatakan bahwa modal inti bank sedikitnya sebesar Rp3 triliun pada 2022. Lebih lanjut, bagi bank yang termasuk dalam konglomerasi bank, alias induknya juga merupakan perbankan, maka modal intinya hanya Rp1 triliun.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top