Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bakal Rights Issue Terbitkan 88 Miliar Saham, Ini Alasan Bank Permata (BNLI)

Di tengah tantangan perekonomian yang berat, Bank Permata mengklaim berhasil melalui tahun 2020 dengan kinerja yang cukup cemerlang dan posisi permodalan yang jauh lebih kuat hampir dua kali lipat dari posisi 2019.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 26 Maret 2021  |  19:32 WIB
Nasabah melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai mandiri Bank Permata di Jakarta, Rabu (12/2/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Nasabah melakukan transaksi perbankan melalui anjungan tunai mandiri Bank Permata di Jakarta, Rabu (12/2/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Permata Tbk. mengungkapkan alasan melakukan rights issue sebanyak 88 miliar lembar saham, setelah integrasi dengan Bangkok Bank Indonesia pada Desember 2020. Rencana rights issue tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada 10 Maret 2021.

Direktur Keuangan Permata Bank Lea Kusumawijaya mengatakan perekonomian global maupun domestik mengalami tantangan yang cukup berat dengan adanya pandemi Covid-19. Namun Bank Permata berhasil melalui tahun 2020 dengan kinerja yang cukup cemerlang dan posisi permodalan yang jauh lebih kuat hampir dua kali lipat dari posisi 2019.

Lea memerinci jumlah modal meningkat dari Rp23,1 triliun menjadi Rp42,86 triliun. Rasio kecukupan permodalan (capital adequacy ratio/CAR) naik 19,9% menjadi 35,7%. Hal tersebut terutama dikontribusikan dari integrasi antara Bangkok Bank Indonesia dengan Bank Permata yang diselesaikan pada Desember 2020.

"Terkait dengan modal, walaupun kita sudah membukukan modal yang cukup besar dan cukup kuat di 2020, bulan Maret kami melakukan keterbukaan informasi terkait rencana kami melakukan rights issue. Dan tentunya mungkin banyak pertanyaan terkait dengan hal tersebut, mengapa Bank Permata melakukan rights issue," katanya dalam paparan kinerja 2020, Jumat (26/3/2021).

Lea menjelaskan rencana rights issue tersebut merupakan kelanjutan dari integrasi yang diselesaikan di bulan Desember 2020, di mana pada saat itu Bangkok Bank Public Company Limited yang merupakan pemegang saham pengendali telah melakukan penyetoran modal berupa dana setoran modal sebesar Rp10,8 triliun. Tentunya, dana setoran modal tersebut harus dikonversikan menjadi modal saham. Hal itu dilakukan melalui mekanisme rights issue.

"Dengan adanya rights issue memang tidak akan terjadi peningkatan jumlah modal lagi secara signifikan. Penambahannya hanya berasal dari rights yang kita tawarkan kepada pemegang saham minoritas yang saat ini berjumlah 1,3%. Jadi dapat dicatat memang pada hari ini Bangkok Bank memiliki 98,7% dari saham Bank Permata sesudah mereka menyelesaikan mandatory tender offer di bulan Oktober 2020," jelasnya.

Dengan adanya rights issue, maka akan ada penawaran hak untuk memesan efek terlebih dahulu atas sekitar 88 miliar lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp125 per lembar saham. Lea mengulangi bahwa nilai tersebut merupakan nilai nominal, bukan merupakan harga rights issue.

Adapun harga rights issue akan ditetapkan setelah perseroan mendapatkan persetujuan regulasi, termasuk dari pemegang saham dan persetujuan dari OJK untuk penyelenggaraan rights issue.

Nantinya seluruh dana hasil rights issue, termasuk dana yang sebelumnya sudah diinjeksi oleh Bangkok Bank sebesar Rp10,8 triliun, akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Bank Permata dan pertumbuhan bisnis perseroan di masa mendatang.

"Aksi korporasi ini kami targetkan selesai di first half," terangnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank permata Aksi Korporasi rights issue
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top