Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurangi Porsi di Saham dan Reksa Dana, BPJS Ketenagakerjaan Ingin Investasi di SWF

Menurut Anggoro, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) selaku SWF Indonesia akan memiliki sejumlah proyek di sektor riil yang menarik untuk investasi. Selain itu, karakteristik proyek jangka panjang pun sesuai dengan kebutuhan BPJS Ketenagakerjaan.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 30 Maret 2021  |  15:50 WIB
Jajaran direksi baru BPJS Ketenagakerjaan berfoto bersama, Selasa (23/2/2021).  - Dok. Humas BPJS Ketenagakerjaan
Jajaran direksi baru BPJS Ketenagakerjaan berfoto bersama, Selasa (23/2/2021). - Dok. Humas BPJS Ketenagakerjaan

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan berencana menempatkan investasi melalui sovereign wealth fund atau SWF yang berorientasi jangka panjang.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo menjelaskan bahwa pihaknya menyusun lima poin strategi investasi pada 2021. Strategi itu disiapkan agar BPJS dapat memperoleh imbal hasil optimal, termasuk di antaranya memulihkan rasio kecukupan dana (RKD) program jaminan hari tua (JHT).

Menurut Anggoro, Lembaga Pengelola Investasi (LPI) selaku SWF Indonesia akan memiliki sejumlah proyek di sektor riil yang menarik untuk investasi. Selain itu, karakteristik proyek jangka panjang pun sesuai dengan kebutuhan BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami bisa berkontribusi kepada pemerintah di SWF dengan meningkatkan alokasi investasi di instrumen investasi langsung. Kami melihat SWF nantinya akan punya banyak proyek, kami melihat apakah bisa masuk ke SWF," ujar Anggoro dalam rapat dengar pendapat bersama Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan dan Komisi IX DPR, Selasa (30/3/2021).

Anggoro menjelaskan bahwa investasi melalui SWF akan sesuai dengan kebutuhan program JHT dan jaminan pensiun (JP). Kedua program tersebut memberikan manfaat dalam jangka panjang, sehingga investasinya pun harus ditempatkan di instrumen jangka panjang.

Adapun, berdasarkan dokumen yang diperoleh Bisnis, komposisi investasi BPJS Ketenagakerjaan per Januari 2021 terdiri saham sebesar 15,9 persen, reksadana 8,3 persen, obligasi 63,1 persen, deposito 12,2 persen, properti 0,4 persen, dan penyertaan langsung 0,1 persen. Apabila rencana investasi di SWF itu berjalan, komposisi investasi penyertaan langsung pun akan meningkat.

BPJS Ketenagakerjaan akan fokus melakukan rekomposisi portofolio investasi, khususnya saham dan reksadana ke obligasi atau investasi lagsung. Rekomposisi itu, menurut Anggoro, merupakan upaya untuk meminimalisir risiko pasar dan memperkuat likuiditas.

Instrumen jangka pendek seperti obligasi dipilih oleh BPJS Ketenagakerjaan karena badan tersebut akan segera menjalankan program jaminan kehilangan pekerjaan (JKP). Adapun, instrumen investasi jangka panjang seperti melalui SWF diperuntukkan untuk kebutuhan dana jangka panjang.

"Ini tentu saja ke depan akan mengurangi dampak dari fluktuasi indeks harga," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham investasi asuransi bpjs ketenagakerjaan
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top