Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Bank Harda (BBHI) Mau Rights Issue, Saham Publik Bisa Terdilusi 16,88 Persen

PT Mega Corpora, perusahaan yang dimiliki oleh Chairul Tanjung yang belum lama ini mengakuisisi perseroan, menyatakan akan kembali mengeksekusi haknya dalam rights issue kali ini.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 02 April 2021  |  10:07 WIB
Bank Harda (BBHI) Mau Rights Issue, Saham Publik Bisa Terdilusi 16,88 Persen
PT Bank Harda International Tbk. - bankbhi.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Harda Internasional Tbk. berencana menerbitkan 7,5 miliar saham baru dalam penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (31/3/2021), penerbitan saham baru ini setara dengan 64,19 persen modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah peningkatan modal yang sebelumnya telah dilakukan oleh emiten bank dengan kode saham BBHI ini.

PT Mega Corpora, perusahaan yang dimiliki oleh Chairul Tanjung yang belum lama ini mengakuisisi perseroan, menyatakan akan kembali mengeksekusi haknya dalam rights issue kali ini.

"PT Mega Corpora sebagai pengendali perseroan yang baru telah menyatakan komitmennya untuk mendukung pemenuhan modal inti perseroan sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku," demikian ditulis dalam keterbukaan informasi yang dikutip Bisnis, Kamis (1/4/2021).

Jika Mega Corpora menyerap seluruh HMETD, maka kepemilikan modalnya akan meningkat menjadi 90,59 persen dari sebelumnya sebesar 73,71 persen. Dari segi nominal, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh BBHI juga akan meningkat dari sebesar Rp418,44 miliar menjadi Rp1,17 triliun.

Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan HMETD, kepemilikan sahamnya akan terdilusi maksimum sebesar 16,88 persen dari persentase kepemilikan saham perseroan.

Sehingga, porsi saham publik akan terdilusi menjadi 9,41 persen dari 26,29 persen sebelum aksi korporasi ini jika seluruh saham rights issue dieksekusi oleh Mega Corpora.

BBHI berencana menggunakan dana hasil rights issue setelah dikurangi dengan biaya emisi untuk memenuhi ketentuan permodalan. Selain itu, bank akan memperkuat struktur permodalan dalam pengembangan usaha perseroan, termasuk pengembangan kredit baik secara konvensional maupun digital banking.

BBHI menentukan nilai nominal saham sebesar Rp100 per saham. Adapun harga pelaksanaan rights issue akan ditetapkan setelah perseroan mengantongi persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 7 Mei 2021 mendatang.

Hingga akhir perdagangan Kamis (1/4/2021), harga saham BBHI berada di posisi Rp1.045, melemah 75 poin atau 6,7 persen dari posisi hari sebelumnya. Kapitalisasi pasar BBHI tercatat sebesar Rp4,33 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Harda rights issue
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top